Kamis, 22 September 2011
TIPS MELATIH CENDET
Bukan saya sok pintar atau sok apapun, tetapi saya cuma ingin berbagi pengalaman tentang cara melatih burung cendet agar memiliki mental tanding yang bagus. Pengalaman ini saya dapatkan ketika masih menjadi buruh industri, dimana saya masih tinggal di tempat kost di wilayah Gresik yang berbatasan dengan wilayah Sidoarjo, tepatnya di dusun Larangan, Krikilan, Driyorejo – Gresik. Kala itu saya hobi melihara burung apa saja yang penting harganya terjangkau. Salah satunya adalah “cendet”. Kebetulan cendet milik saya termasuk cendet “jantan”. Bicara soal antara cendet jantan dan betina, salah satu teman saya bilang bahwa perbedaan antara keduanya adalah pada warna hitam di kepala (garis hitam pada sekitar mata). Dimana yang jantan warna hitamnya hampir tersambung sampai belakang kepala, sedang yang betina memiliki warna hitam lebih sedikit atau sebatas lubang pendengaran di kepala cendet. Cendet milik saya, saya dapatkan dari tetangga yang merupakan penduduk asli yang merasa bosan karena cendet tersebut tak kunjung berkicau atau cenderung diam. Beliau membeli cendet tersebut dengan harga Rp.125.000,- sebelumnya. Akhirnya, teman kost memberikan masukan agar membeli cendet tersebut, yang mana teman kost saya tadi bersedia membantu saya menawar harganya agar lebih murah lagi. Alhasil, cendet tersebut berpindah tangan ke saya dengan harga Rp.100.000,- + sangkarnya. Pemilik cendet bersedia memberikan cendet tersebut kepada saya karena sudah kenal dekat dengan saya. Sejak saat itulah pengalaman saya dimulai, bahkan pengalaman itulah yang saya kenang hingga saat ini. Karena saya sungguh bangga dengan hasil latihan yang saya terapkan pada cendet tadi.
Berikut tips melatih cendet agar mempunyai mental yang bagus dan tangguh dalam urusan berkicau :

1. Penjemuran : Rajin-rajinlah menjemur burung cendet di pagi hari ketika sinar matahari sudah terlihat terang dan hangat. Batas waktu penjemuran tergantung stamina. Mungkin untuk mengawali, batasi jam penjemuran pada pukul 10 pagi, paling tidak hingga cendet terdebut tampak sudah kepanasan, biasanya tampak cendet membuka paruhnya untuk mengeluarkan hawa panas pada tubuhnya. Semakin sering, biasanya cendet akan semakin terbiasa dan semakin tahan panas. Jika sudah terbiasa, biasanya cendet tahan hingga pukul 12 siang. Pastikan setelah penjemuran, cendet ditaruh di tempat teduh yang terbuka, jangan langsung menaruh di tempat tertutup untuk menghindari pengaruh perubahan suhu udara yang mendadak yang mungkin mengakibatkan ketidaknyamanan burung cendet. Penjemuran tidak hanya berguna untuk melatih stamina, tetapi juga untuk menjaga agar paruh dan kukunya tidak memanjang. Paruh cendet yang memanjang mengakibatkan cendet agak susah memilah makanan yang dimakannya dan kalau cendet tersebut galak, pastinya suka mematuk dan bisa melukai tangan jika kita hendak memberi makan atau lainnya. Kuku kaki yang terlalu panjang juga mengakibatkan cendet tidak bisa mencengkeram kayu tumpuan dengan nyaman. Bagi cendet yang terlanjur memiliki paruh yang memanjang hingga melengkung, penjemuran akan sangat efektif untuk memendekkannya lagi. Karena kelebihan paruh atau ujung paruh yang mamanjang akan lepas atau putus dengan sendirinya, termasuk kuku-kuku kakinya.

2. Memandikan cendet : Dalam memandikan cendet, kenalilah cendet anda. Pada umumnya, kebanyakan orang memandikan cendet dengan cara disemprot. Untuk cara ini, usahakan ujung semprotan disetel hingga air yang keluar agak menyebar seperti embun tetapi jangan terlalu halus, karena dikhawatirkan akan terhirup dan mungkin bisa menyebabkan pilek pada cendet. Dan jangan terlalu kasar, sehingga tidak merusak bulu cendet dan menyakiti badan cendet tersebut. Cukup diperhalus yang penting bisa membasahi bulu cendet. Adakalanya, sehabis cendet disemprot, burung tersebut seperti tidak puas atau tidak nyaman dan ingin mandi sendiri, maka pastikan mempunyai bak mandi khusus di dalam sangkar agar cendet tidak menghabiskan jatah air minumnya untuk mandi. Karena jika cendet mandi dari wadah air minumnya, mungkin bisa mengotori air tersebut atau tanpa kita sadari air tersebut habis dan akhirnya membuat cendet kesulitan untuk minum dan kehausan. Ada juga yang berusaha memandikan pakai keramba (sangkar khusus mandi). Terus terang cara ini paling sulit dilakukan, karena kemungkinan hal ini bukanlah kebiasaan cendet (secara naluri) untuk mandi di air yang luas dan penuh, misal di sungai atau danau dsb. Dan untuk melatih dengan keramba sangat susah sekali, jadi untuk cara ini tidaklah perlu dipaksakan. Cukup tergantung reaksi cendet tersebut. Sehabis dimandikan, pastikan langsung dijemur pada terik matahari. Jadi jika pada hari itu tampak mendung atau tidak ada panas, sebaiknya tidak usah dimandikan.

3. Pemberian makan : Untuk pemberian makanan agar cendet tetap fit, kita bisa memberikan makanan berupa jengkerik atau kroto segar. Bila anda punya waktu luang, mungkin bisa mencarikan belalang yang berukuran sedang (tidak perlu sesering mungkin), mengingat hal ini mungkin jadi kebiasaan cendet di alam liar. Agar makanan berupa jengkerik maupun belalang tidak menyakiti tenggorokan cendet, pastikan untuk membuang kaki dan kepala dari jengkerik atau belalang tadi. Jumlah pemberian jangan terlalu berlebihan. Sebab cendet yang terlalu rakus, akan menyebabkan cendet tersebut malas berkicau karena setiap melihat kita pasti akan meminta lagi dan lagi. Jika ingin memberikan jengkerik, mungkin bisa dijadwal seperti berikut : pagi 3 ekor jengkerik dan sore 3 ekor atau perhari cukup 5 ekor dan sebagainya, yang penting jangan berlebihan. Untuk kroto, cukup jadikan sebagai nutrisi tambahan, jadi jangan terlalu sering. Maka berilah kroto secukupnya untuk beberapa hari saja. Untuk menjaga kroto tetap segar, jangan membuang induk kroto (keranggang) karena dengan adanya induk kroto tadi, kroto (telur keranggang) akan dijaga oleh induknya tadi. Sebab, kroto yang busuk bisa menjadi racun yang mematikan bagi semua burung. Jadi cukup sisihkan induk kroto ketika kita akan memberikan kepada cendet saja. Takarannya juga tidak perlu berlebihan, kira-kira sesendok makan atau anda perkirakan sendiri.

4. Sangkar cendet : Untuk urusan sangkar sebaiknya anda tidak perlu ragu atau menunda. Pastikan selalu menggunakan atau membeli sangkar yang lumayan besar atau cukup lapang agar tidak merusak ekor dan burung merasa lebih leluasa sehingga tidak mudah stress. Karena cendet merupakan burung yang memiliki memori yang begitu kuat. Saking kuatnya ingatan burung cendet, burung ini begitu hafal hanya dengan suara-suara yang didengarnya. Contohnya suara motor, dimana pada pengalaman saya, teman saya memiliki burung cendet yang selalu ketakutan ketika berdekatan atau melihat bapak kost. Ketakutan ini disebabkan karena bapak kost sering membawa tangga yang panjang dan melewati tempat cendet tersebut digantungkan. Pada waktu jam istirahat kerja, bapak kost yang juga merupakan buruh pabrik, sering berkunjung untuk memperbaiki sesuatu, entah genting kamar kost atau bak penampung air di tempat kost. Alhasil karena seringnya, akhirnya cendet tersebut selalu ketakutan ketika melihat bapak kost tadi, bahkan hanya dengan mendengar suara motor milik bapak kost tadi, cendet tersebut langsung ketakutan dan seakan mau kabur. Lain halnya saat cendet tersebut mendengar suara motor pemilik cendet tersebut. Si cendet langsung siaga seakan siap untuk meminta jengkerik.

5. Melatih mental dan stamina : Inilah inti pembahasan pada topik ini, jadi baca dengan sebaik-baiknya, karena disinilah letak keberhasilan saya melatih cendet. Bicara stamina, pastilah burung yang terbiasa hidup di dalam sangkar memiliki stamina yang sangat jauh berbeda dengan burung yang hidup di alam liar. Dimana seandainya burung yang biasa hidup di dalam sangkar, tidak akan mampu terbang jauh atau berlama-lama terbang. Seringkali burung piaraan yang lepas, pasti akan selalu mencari air untuk minum karena kehausan yang disebabkan kelelahan saat terbang. Maka dari itu, kita perlu melatih burung agar mempunyai stamina layaknya burung yang hidup di alam liar. Hal ini terinspirasi dari cerita teman saya yang lain, dimana cendetnya pernah di lepas ke kebun belakang rumah. Si pemilik tidak takut cendet tersebut kabur menghilang karena begitu jinaknya cendet tadi. Dan pemilik cendet yakin burungnya pasti mau pulang karena sebelumnya juga pernah dilakukan dan cendet tersebut memang mau kembali pulang. Tetapi pada suatu hari, ada kejadian yang tidak diinginkan dimana pada waktu cendet tersebut sedang hinggap di cabang pohon tinggi, datanglah cendet liar dan terjadilah pertarungan. Karena kalah pengalaman terbang dan stamina, akhirnya cendet milik teman saya tadi kalah dan terbang jauh untuk kabur dan tak pernah ke

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;