Selasa, 20 September 2011

Demam Pleci

Jakarta (KM) - Burung pleci saat ini menjadi burung idola baru, beberapa rekan beramai-ramai memelihara burung pleci, baik didasari rasa suka atau sekedar penasaran akan cerita kehebatan burung kecil berwarna hijau ini. Di luar negeri, khususnya Malaysia, Singapura, dan Vietnam burung ini menjadi salah satu burung yang disukai untuk di pelihara.



Beberapa jenis pleci yang biasa dijadikan peliharaan di luar negeri adalah jenis Auriventer, jenis ini terkenal karena warnanya yang cerah dan suaranya yang kristal serta lantang, beberapa video yang diunggah di Youtube kebanyakan dari jenis pleci auriventer, lalu jenis Everetti yang mempunyai mental petarung. Di Indonesia sendiri pecinta pleci saat ini masih terpesona pada pleci jenis Javanicus, kelebihan pleci ini selain mudah di dapat, juga mudah beradaptasi dengan lingkungan karena jenis ini asli dari tanah jawa sehingga penyesuaian dengan habitat dan lingkungan menjadi lebih mudah.

Jenis Auriventer berasal dari sumatera dan Kalimantan, serta semenanjung Malaysia dan penyebarannya meluas ke daerah lain di dunia seperti Malaysia dan Singapura. Jenis ini sudah menyebar sampai ke jawa. Rekan saya yang belum lama ini berkunjung ke singapura menyatakan, ada perbedaan mencolok fisik auriventer yang ada di singapura dan yang ada di Jakarta.

"Ukuran auriventer disana lebih besar, kira kira sebesar pleci montannus dengan warna lebih cerah dan 'kacamata' yang relative lebih tebal, suaranya pun terdengar lantang, kalau dirupiahkan harga bakalan ombyokan disana sekitar Rp200.000,- sementara kalau yang sudah dipisah sekitar Rp250.000,- sampai dengan Rp300.000,- untuk pleci bahan", katanya. Tidak heran pleci disana tubuhnya lebih besar karena didapatkan dari lingkungan yang memungkinkan burung untuk tumbuh dengan baik seperti dari daerah sumatera, Kalimantan dan di malaysia.

Selain jenis-jenis di atas yang lazim ada di tanah jawa, ada juga pleci jenis Montannus yang dicirikan dengan iris matanya yang putih, dada abu-abu cenderung putih. Suara jenis ini dibandingkan dengan javanicus relative lebih lantang namun tipikal burung ini biasanya lebih giras atau sulit untuk dijinakan.

Mana yang lebih baik, tentu kembali ke masalah selera, jika anda suka burung yang mudah jinak dan cepat memaster suara burung sekitar, javanicus pilihan yang tepat. Atau jika anda suka burung dengan warna yang cerah dan menyimpan potensi besar kedepan, pilihlah saya auriventer, atau suka yang berbody besar dengan suara lantang, montannus jawabannya.

Beberapa pertanyaan mendasar dari pemilihan pleci adalah "bagaimana memilih bakalan yang bagus, bagaimana mencirikan jantan atau betina, bagaimana memilih katuranggan yang bagus, dan lain-lain".

Untuk mengetahui jenis-jenis pleci, rekan-rekan dapat meng klik link dibawah ini


http://www.kicaumania.org/forums/sho...a-%28UPDATE%29

untuk mengetahui hal-hal mendasar dari pleci, rekan-rekan dapat mengklik link dibawah ini

http://www.kicaumania.org/forums/sho...lum-Ada-Judul*

Saya menyarankan rekan-rekan yang ingin mengetahui sexing pleci untuk membuka link dibawah ini

http://www.kicaumania.org/forums/sho...PLECI-kacamata

magic, share dari om Irvan sadewa terbukti mampu membuat pleci bersenandung (sesuai dengan tahapannya ya hehehe ) Om Irvan dengan rendah hati mempersembahkan untuk kita …

http://www.kicaumania.org/forums/sho...terops-therapy

Beberapa Hal Tambahan
Usia pleci tergolong panjang, dan seiring bertambahnya usia, maka pleci diharapkan semakin mengeluarkan potensinya, seperti senior-senior katakan sebelumnya. Sabar adalah kunci utama dalam perawatan pleci.

Untuk memilih pleci yang sudah dipisah, maka pilihlah pleci yang sudah rajin ngeriwik, sukur-sukur sekali kali ngalas dan mempunyai pandangan tajam dengan ngalas yang double.

Pilih pleci berjiwa pemimpin, cirinya, tenang dan selalu memberi komando dengan suaranya, tips ini didapat dari rekan saya yang mencoba membeli pleci dengan jumlah banyak. Biasanya burung yang berjiwa pemimpin, saat dipisah tidak lama akan ngeriwik dan cepat memasuki masa middletone. yang menjadi catatan, dan sejalan dengan tulisan om Istono di salah satu tulisannya tentang karakter koloni dari burung pleci. Beberapa saat setelah kita ambil pemimpin dari koloni, dalam beberapa hari akan ada pemimpin baru pada kelompok tersebut.

Ah begitu banyak ilmu baru yang saya dapatkan dari senior-senior saya di sini … belum lagi masalah perawatan, extra fooding, dan lainnya.

Kiranya saya cukupkan dulu sampai sini … mohon maaf jika ada kekurangan

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;