Selasa, 20 September 2011

Tips dan Ulasan Penangkaran Cucak Rawa

Jakarta (KM) - Cucak Rowo dowo buntute..., nama burung pada bait lagu populer itu memang menjadi idola di dunia perburungan, Cucak Rowo (CR) suaranya yang merdu membuat kebanyakan pecinta burung ingin memilikinya. Konservasi adalah cara yang paling tepat untuk menyelamatkan dan melestarikan populasi burung ini, dengan menangkarkannya berarti kita turut menjaga warisan anak cucu kita, jangan sampai anak cucu kita kelak hanya kebagian ceritanya saja.



Untuk itu bagi yang ingin menangkarkan Cucak Rowo berikut tips dan ulasan dari penangkaran Alif Bird Farm :

1. Indukan, yang jelas harus bunyi dan sudah matang usianya, biasanya sekitar 1,5 tahun - 2 tahun sudah bisa di tangkarkan

2. Penjodohan, di tempatkan dulu di sangkar gantung, kalau sudah bunyi bersahut-sahutan saling ngisi dan keluar kliuknya berarti sudah nyetel (berjodoh).

3. Makanan, buah kalau saya harus selalu ada, bisa pisang atau pepaya, kalau susah nyari pisang kepok ya pake aja pepaya burung
Jangkrik, kasih sebanyak-banyaknya selama penjodohan.

4. Mengeram, normalnya jumlah telur 2, Proses mengeram selama 14 hari.

5. Menyapih, normalnya di panen dari sarang setelah umur 5 hari sampai 10 hari, tergantung dari indukan. Kalau indukannya nakal atau kurang bisa "bawa anak" umur sehari harus segera dipanen untuk mencegah kematian.
Pemberian jangkrik diambil perutnya saja, kepala dan kakinya di buang, selanjutnya berikan vita chick dicampur dengan voor yang telah di seduh terlebih dahulu pemberiannya tidak perlu banyak-banyak, kalau kebanyakan warna dasar voornya berubah menjadi merah karena warna dasar vita chick merah.
Tujuan pemberian vita chick adalah untuk mempercepat pertumbuhan bulu dan tulang, sehingga anakan menjadi cepat pertumbuhanya.

6. Kandang
Nah ini seru nih, saya sampai berapa kali merubah kandang mungkin lebih dari 5 kali dari yang modelnya seperti kandang penangkaran jalak suren, hingga akhirnya jadilah seperti ini, (terima kasih banyak Pak Eriez, kalau tidak dibimbing bapak, mungkin saya sudah patah arang) Beliau adalah guru saya, yang mengajari saya dari nol kecil sampai nol besar seperti ini, belum lulus TK juga sampe sekarang

Ukuran ideal : p x l x t = 2 x 1,5 x 3 meter.
Ada pepohonan hidup, biasanya pohon perdu seperti beringin hijau, tanjung, sawo kecik atau pohon asem, kalau bisa yang ukurannya sudah mencapai 1 meter. Fungsi pohon adalah untuk mejaga suhu di dalam kandang selain pasir.
Diantara beberapa pohon yang pernah saya coba, pohon beringin hijau lebih kuat dari jenis lain yang saya sebut diatas.

Sarang bisa pakai sarang gantung, sarang tancap, atau sarang tempel.

Kelembaban
Perlu diingat bahwa burung Cucak Rawa hidup di hutan yang berawa-rawa, artinya butuh kelembaban. Cara kedua untuk mengatur kelembaban adalah dengan memberikan pasir pada alas kandangnya, terserah mau pakai pasir laut atau pasir yang biasa dipake buat bangunan. Tidak di perlukan penerangan lampu sebagai penghangat di malam hari. Karena aslinya di alam juga tidak seperti itu.

Tangkringan
Kalau bisa tangkringannya dari ranting pohon asem, kalau susah nyarinya pakai ranting pohon rambutan. Sebelum meletakkan tangkringan, anda harus masuk kandang dahulu, dan resapi jika anda jadi burung yang di tangkarkan, anda ingin nangkring dimana . Tanpa disadari, penempatan tangkringan memainkan andil juga dalam penangkaran.

Kolam
Kolam berfungsi sebagai bak mandi dan tempat minumnya. Sekalipun di kasih tempat minum, biasanya burung tetap minum di kolam tersebut.

7. Lain-lain
Ekstra Fooding
Kalau saya cukup di kasih jangkrik sebanyak-banyaknya, nggak perlu yang neko-neko. Ada bagusnya juga di berikan asinan (tulang sotong), tapi tidak setiap hari. Untuk memperkuat cangkang telurnya

Desinfektan
Saya menggunakan merek Rodalon, di semprotkan setiap 1-3 bulan sekali ke dalam kandang, tergantung keadaan burung di dalam kandang, usahakan jangan ketika mengeram.

Rasanya nggak sempurna kalau hanya sebatas lewat dunia maya, mungkin itulah kenapa menjaga tali silaturahmi itu penting, kunjungilah penangkar Cucak Rawa yang sudah berhasil, hormatilah mereka-mereka yang sudah berhasil dengan mengunjunginya mulai dari yang terdekat kalau memang jaraknya jauh, setiap penangkar punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, tidak ada yang sempurna, apalagi jika anda membeli hasil tangkarannya, wah udah pasti di jawab dengan senang hati.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;