1. Angora

2. Dutch (Belanda)

3. Spot

4. Flemish Giant
Kelinci jenis ini mempunyai ukuran yang besar dan kualitas dagingnya bagus. Bobot jantan rata-rata 6,3 kg, betina 6,8 kg. Namun ada juga yang mencapai bobot 10 -12 kg. Variasi warna bulu yang sering dijumpai adalah abu-abu besi dan sandy(seperti pasir). Dewasa kelaminnya lambat yaitu sekitar umur 10-12 bulan.
5. Lop

CARA MENGANGKAT KELINCI
Memegang dan mengangkat kelinci terutama untuk bibit tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Kebanyakan orang mengangkat kelinci dengan memegang kedua telinga. Cara ini paling mudah tetapi cara ini dapat mengakibatkan kerusakan pada otot syaraf
telinga, dan akan lebih parah lagi kalau kelinci yang diangkat meronta-ronta. Untuk mengangkat kelinci yang benar yaitu dengan memgang kulit tengkuk atau punggung dengan salah satu tangan. Begitu terangkat tangan yang satu digunakan untuk mendukung pada bagian pantat. Kerjakan pengangkatan ini dengan tenang dan penuh kasih sayang.
PAKAN KELINCI
Dalam peternakan kelinci intensif, pakan yang diberikan tak hanya berupa hijauansebagai pakan pokok, tetapi juga menggunakan pakan kering seperti konsentrat, hay(rumput kering), biji-bijian diberikan sebagai pakan tambahan.
1. Hijauan
Pakan hijauan yang dapat diberikan antara lain rumput lapangan, limbah sayuran, daun turi,daun lamtoro, daun kembang sepatu, daun kacang tanah, daun batang jagung, daun pepaya, talas dll. Hijaun yang diberikan dilayukan lebih dulu untuk mengurangi kadar airnya dan mempertinggi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret.
2. Hay
Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu dikeringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak sekaligus mempertinggi kandungan serat kasarnya. Bahan yang digunakan untuk hay antara lain rumput gajah, pucuk tebu, rumput lapangan, daun kacang-kacangan, dll. Hay dapat digunakan sewaktu-waktu terutama ketika hijauan segar sukar diperoleh karena kemarau panjang.
3. Biji- bijian
Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat dan di berikan terutama untuk kelinci bunting dan yang sedang menyusui. Biji-bijian yang bisa diberikan yaitu jagung, padi, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Biji-bijian itu sebaiknya digiling dulu. Kalau pemberian biji-bijian terasa mahal, dapat memanfaatkan bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, atau bungkil kacang tanah.
4. Umbi-umbian
Ubi jalar, singkong, ganyong, uwi, talas, dan umbi-umbian lain dapat diberikan untuk kelinci sebagai pakan tambahan.
5. Konsentrat
Konsentrat dalam peternakan kelinci berfunsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai pakan tambahan atau pakan penguat, kalau pakan pokoknya hijauan.Konsentrat untuk kelinci bisa berupa pelet(pakan buatan pabrik), bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas tapioka atau gaplek.
AIR MINUM
Dalam pemeliharaan kelinci secara tradisional, jarang sekali peternak memberikan air minum. Kebutuhan air minum mutlak sekali bagi kelinci dan itu nyata sekali bagi kelinci yang diberi pakan konsentrat atau hay. Fungsi air minum bagi kelinci antara lain untuk membantu pencernaan, mempercepat pertumbuhan, menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, dan mencegah kehausan
0 komentar:
Posting Komentar