Sabtu, 17 September 2011

Lagi-lagi kacer mbagong


Banyak teman yang bertanya mengenai mengapa kacer mereka mbagong (nguda laut) atau berbunyi ciirrr…cirrr…sembari menekuk kepala dan memekarkan bulu.
Pertanyaan itu pernah disampaikan teman kita juga di blog ini:
“Mas,mau tanya lagi dong.. saya baru dapat kacer Jawa Barat , Suara tebel abis,bikin  kuping pengeng. Sering saya umbar. Pagi2 pas saya keluar kan berbarengan dgn AK , kacer langsung ngebagong. Aapakah kacer saya takut pada Anis Kembang? AK-nya memang sudah ngeplong dan ngerol..bagaimana cara menghilangkan ngebagong kacer tersebut?
Jawab saya waktu itu adalah:
Bisa jadi kacer Om mbagong karena ketemu AK. Hanya saja barangkali bukan itu penyebab mutlaknya. Sebab pada dasarnya kacer mbagong atau tidak, itu sangat kondisional.
Sebelum saya tunjukkan mengenai tempat saya pernah membicarakan soal kacer mbagong, saya ingin mengomentari mengenai umbaran untuk kacer…. Selama ini saya masih punya keyakinan berdasar pengalaman bahwa umbaran itu tidak bagus untuk burung lomba.
Soal kacer mbagong, memang rata2 kacer so pasti mbagong. Hanya saja munculnya karakter itu antara satu kacer dengan yang lainnjya berbeda-beda. Hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental kacer pada saat itu.
Rata-rata kacer yang jawara pun pernah mbagong. Jadi, harus ada semacam catatan pada kacer kita, dalam kondisi apa dan penyebab apa kacer itu biasanya mbagong dan dalam kondisi seperti yang tidak mbagong jika ketemua kacer lain. Dengan mengetahui itu, kita bisa menekan semaksimal mungkin agar kacer tidak mbagong kalau ditarungkan.
Dalam persoalan mbagong dan tidak mbagong ini, bahkan saya berani mengatakan bahwa “tidak ada kacer yang tidak pernah mbagong”.
Saya sangat setuju dengan tulisan rekan LinduAji di forum kicaumania. Dia menulis seperti ini:
1. Kebanyakan kacer PASTI bagong dan itu tidak dapat dipungkiri karena itu bawaan dari alamnya. Saya berani jamin dah burung-burung kacer yang bagus-bagus di lapangan lomba sepintas memang tidak bagong tapi coba dilihat sehari-harinya mesti dia akan sempat bagong cuman yang terpenting adalah perawatan dan penguncian di lapangan yang harus ekstra ketat.
2. Burung Kacer bagong ada berbagai penyebabnya:
a. Segi bawaan: ada burung memang dari segi bawaan dia sudah sering bagong jadi dari segi ini burung sudah tidak harapan untuk dibuat lomba atau untuk dipoles lagi karena akan menuai hasil yang tidak bagus. Sarannya jual saja ke pasar.
b. Segi perawatan: dari segi ini apakah kita sudah benar dalam hal perawatannya, misalnya mandi, jemur plus ekstra foodingnya. Kebanyakan kacer bagong karena dari segi perawatannya memang sudah salah. Kacer itu burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto itu sedikit saja atau kalau tidak sekali selang waktu dua hari; itu bertujuan meredam hawa birahi yang berlebihan karena sifat dari burung kacer adalah fighter, sehingga diharapkan dalam pemberian kroto selang dua hari ini agar burung tetap fit di lapangan alias tidak gembos di tengah jalan. Saran saya, burung kacer itu lebih baiknya difooding jangkrik saja sekitar 10 sampai 20 sehari karena di dalam tubuh jangkrik itu bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
Dapat dibuktikan burung (dalam hal ini kacer) yang kebanyakan ekstra kroto sama jangkrik itu dapat kita lihat jelas sekali perbedaannya. Burung kroto pasti terlalu birahi dan kebanyakan bagong kalo burung jangkrik mesti powernya dahsyat dan burung diam di plangkringan alias anteng tapi kerja dan tidak gembos.
Masalah mandi cukup sehari sekali karena kalau burung kebanyak mandi seperti kacer akan mengundang birahi bagongnya karena si burung akan sering “didis” (merawat bulunya) sewaktu kita jemur.
Penjemuran untuk kacer itu relatif tergantung burungnya. Kalau burung bakalan mau kita jemur lama sih tidak apa-apa karena bertujuaan untuk pembentukan badan dan melatih nafas agar tidak mudah terserang penyakit. Kalau burung jadi, maksimal penjemuran sekitar tiga jam itu sudah sangat cukup, dengan alasan burung jadi itu tidak perlu lama-lama dijemur karena nanti kalau pas di lapangan akan cepat habis tenaganya alias gembos tengah jalan. Makanya kita banyak-banyak kerodong dia agar banyak istirahat. Supaya nantinya fit di lapangan.atau

Mandi pasir untuk burung, fungsi dan tata caranya


Burung sedang mandi pasir (Sumber Foto: gearlog.com)
Pernah mendengar istilah mandi pasir untuk burung? Misalnya mandi pasir untuk terapi kacer mbagong atau nguda laut atau kacer mbalon? Kalau belum, ya sekarang ini Anda sedang membaca salah satu artikel yang membahas masalah mandi pasir.
Pernah Anda melihat ayam yang sedang mandi di kubangan debu? Nah itulah sebenarnya apa yang kita maksud dengan mandi pasir. Dengan demikian, apa yang disebut mandi pasir hanya masalah istilah. Sebab yang bisa digunakan untuk mandi bisa pasir bisa juga tanah.
Selain ayam, beberapa jenis unggas dan burung juga suka mandi pasir atau mandi tanah yang dalam bahasa Jawa disebut “kipu”. Burung perkutut, derkuku, atau burung branjangan, adalah contoh-contoh burung dan/atau unggas yang biasa mandi pasir.
Untuk Anda ketahui saja, burung yang biasa mandi pasir, biasanya berumur panjang. Burung branjangan, dengan perawatan standar dan diberi tanah untuk mandi, umumnya bisa berumur sampai belasan tahun, atau bahkan lebih dari 20 tahun. Pertanyaannya, apa hubungan antara mandi pasir dengan umur panjang?
Pada saat burung mandi pasir, sebenarnya dia juga mematuki sejumlah mineral yang diperlukan oleh tubuh. Yang disebut mineral ini, yang sangat berguna untuk burung, antara lain adalah calcium, phosphor, iron (besi), manganase, iodium, cuprum, zinccum, magnesium, sodium dan kalium.
Mineral sesungguhnya adalah salah satu pembentuk utama tubuh makhluk hidup. Mineral ini membantu proses kimia dan elektrik yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses-proses kimia dan elektrik hanya akan berfungsi dengan benar apabila keseimbangan mineral yang sesuai diberikan pada sistem. Dalam hal ini bisa dicontohkan zat besi untuk darah, belerang untuk otot, kalsium untuk tulang, dan banyak lainnya yang secara umum memberikan kelancaran fungsional tubuh makhluk hidup.
Mineral juga dibutuhkan untuk pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Meskipun vitamin begitu penting, vitamin tidak dapat melakukan apa-apa untuk makhluk hidup tanpa mineral.
Dengan cara mandi pasir inilah burung branjangan mendapatkan mineral yang mereka butuhkan. Dalam kasus lain, burung perkutut yang diberi totok (kerangka/tulang) sotong atau cumi-cumi, juga mendapatkan mineral dari tulang cumi itu. Inilah salah satu penyebab mengapa burung perkutut yang dipelihara di sangkar juga bisa berumur bahkan sampai puluhan tahun.
Burung apa saja yang perlu mandi pasir dan mengapa?
Sebenarnya semua burung perlu mandi pasir. Artinya, semua burung memang perlu mendapatkan mineral. Burung-burung yang tidak suka mandi pasir di alam aselinya, mereka mendapatkan mineral dari tanah yang ikut terangkut ketika burung makan makanan yang tergeletak di tanah, atau ketika dengan sengaja mereka mengorek-ngorek tanah untuk mendapatkan cacing dan sebagainya.
Demikian pula halnya dengan burung-burung yang kita pelihara di dalam sangkar. Mereka memerlukan mandi pasir, mereka perlu mandi tanah untuk mendapatkan mineral. Masalahnya adalah tidak semua burung suka mandi pasir lagi pula pasir atau tanah seperti apa yang harus kita gunakan.
Jika burung Anda kurang mineral, maka manifestasinya bisa macam-macam. Antara lain burung berulah (kalau kacer misalnya mudah mbagong, nguda laut atau mbalon atau uter/puther-Jawa; untuk cucak ijo misalnya kurang ngentrok atau kurang njambul). Burung yang kurang mineral atau defisiensi mineral akan menunjukkan gejala seperti rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh), perosis (tumit bengkak), anak burung yang menetas cacat, urat keting (tendo), terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah, pucat dan lemah. Dan hal yang paling sering juga bulu burung mudah patah sehabis mabung, tidak berkilau alias kusam.
Sedangkan untuk burung indukan di penangkaran tidak segera bertelur, telur gagal, atau produktivitas telur sedikit, daya tetas rendah, terjadi banyak kematian embrio dan sebagainya.
Tanah yang digunakan dan cara penggunaan
Kalau Anda mencari tanah yang akan Anda gunakan untuk memandikan burung, maka berikut ini beberapa tips-nya:
  1. Jangan menggunakan pasir karena butiran pasir sangat keras dan tajam yang bisa merusak bulu burung.
  2. Cari tanah yang bebas mikroba dan pestisida. Jika Anda tidak bisa memastikan tanah yang bagus dan bersih, Anda bisa menggunakan bubukan batu bata yang disaring. Cari saja batu bata yang empuk jangan yang keras karena meski disaring, bubukan bata yang keras bisa juga merusak bulu burung seperti halnya pasir.
  3. Pastikan Anda menggunakan tanah yang mengandung banyak mineral. Jika Anda tidak bisa mendapatkannya, maka cukup Anda mendapatkan bubukan bata kemudian dicampur dengan Bird Mineral secukupnya. Apa itu Bird Mineral? Bird mineral adalah salah satu produk kesehatan burung yang di dalamnya terdapat calcium, phosphor, iron (besi), manganase, iodium, cuprum, zinccum, magnesium, sodium, kalium, vitamin B12 dan vitamin D3. Untuk mengetahui apa itu Bird Mineral, anda bisa membacanya di sini.
  4. Isi bak karamba burung dengan tanah yang sudah Anda campur dengan Bird Mineral tersebut dan masukkan burung ke dalamnya seperti kalau Anda sedang memandikan burung. Beberapa burung akan mau melakukan kipu atau mandi pasir, sedangkan yang lainnya tidak. Untuk hal ini, memang perlu dilatih secara telaten dan sabar.
  5. Khusus untuk burung branjangan ataupun perkutut, tanah yang sudah tercampur dengan Bird Mineral bisa digunakan sebagai dasar sangkar seperti yang biasa kita gunakan untuk burung branjangan dan bisa diganti sepekan sekali dengan campuran yang baru.
  6. Untuk burung di penangkaran, bak pasir / tanah bisa diletakkan di dalam kandang penangkaran.
Kalau burung Anda tidak mau mandi pasir atau Anda tidak telaten dan sabar melatihnya agar mau mandi pasir, Anda bisa saja langsung memberikan Bird Mineral dengan cara mencampurnya ke dalam voer atau kroto (untuk burung yang mau makan kroto). Yang penting dalam hal ini adalah memastikan burung mendapatkan mineral yang tepat, pas dan terukur.
Dengan membiasakan burung mandi pasir/ tanah, maka Anda sudah memastikan burung Anda memiliki bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi dengan tingkat kematian embrio yang rendah.

2 komentar:

doni ramadhani mengatakan...

om kicauku burumg saya pertama main tidak membagong tp ketika lawan terdiam tak bersuara lg barulah burung saya membagong.

Faedah Jaya mengatakan...

Dalam menelusuri berbagai artikel yang ada disini saya menemukan content yang menarik dan berguna bagi saya, blog ini ramai pengunjung seperti situs forum pertanian yang sudah ternama? salam sukses

Poskan Komentar

 
;