Sabtu, 08 Oktober 2011

Asupan serat, sukses menyehatkan anakan-anakan burung lovebird DT Birdfarm….


Dua anakan burung lovebird Samber Gledek DT BirdfarmSejak menjelang Lebaran 2011, baru pada Sabtu (24/9) lalu saya sempat main lagi ke rumah Om Dwi Wahyudi, majikan DT BirdFarm di Perumahan Griya Taman Asri, Sleman, DIY. Kalau beberapa waktu lalu yang saya dengar adalah cerita tentang banyak anakan dan indukan burung lovebird yang mati, maka pada kesempatan Sabtu itu, saya lihat banyak anakan lovebird yang lucu-lucu. Sehat dan mulai ngekek-ngekek menirukan masteran yang diberikan sang majikan.
Ya, indukan-indukan burung jawara yang ditangkar Om Dwi mulai memberikan suplai anakan lagi. Pasangan baru dengan salah satu indukannya adalah Samber Gledek, juga memberikan anakan 3 ekor meski yang hidup sehat tinggal 2 ekor. Bahkan ada pasangan lovebird yang sudah ditangkar selama 4 tahun, baru sekali ini sukses memberikan anakan.
Semua anakan lovebird di DT BirdFarm sekarang dibesarkan dengan cara hand-feeding, atau diloloh langsung oleh tangan manusia sejak umur lima, enam atau tujuh harinan. “Awal-awalnya banyak anakan yang mati ketika diloloh indukannya karena mungkin indukannya sendiri masih belum sehat akibat bertebarannya debu erupsi Gunung Merapi. Sekarang setelah saya loloh sendiri, ya itu terlihat sehat-sehat dan cepet bongsor,” kata Om Dwi.
Kalau selama ini banyak penangkar lovebird yang memberi pakan anakan secara hand-feeing dengan bubur bayi melulu, maka Om Dwi punya resep khusus. Memang dia tidak mau mengungkapkan secara terus terang apa asupan pakan yang diberikan ke burung anakan. Om Dwi hanya mengatakan, “Yang penting asupan yang mengandung serat jangan dilupakan,” katanya sambil memberi contoh beberapa jenis sayuran yang sering disertakan sebagai salah satu menu burung-burung lovebird anakan, seperti wortel dan kacang hijau.
Bahkan Om Dwi saat ini sudah mempunyai daftar menu harian mulai Senin sampai Minggu untuk burung-burung lovebird anakan. “Dengan pemberian pakan yang penuh gizi, vitamin dan mineral, perkembangan burung sangat berbeda ketika hanya kita beri bubur bayi,” kata Mbak Titis, isteri Om Dwi yang selama ini juga “bertugas” memberi pakan anakan burung.
Masih banyak cerita baru yang saya dengar dari penangkaran DT, inisial dari Dwi-Titis. Tetapi untuk kali ini, saya cukupkan sekian dulu.
Bravo untuk DT BirdFarm, salam untuk sobat kicaumania.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;