Jumat, 26 Agustus 2011

Budidaya Kelinci

Kelinci merupakan salah satu hewan peliharaan yang lucu tampilannya, namun pemeliharaan kelinci tak semudah kelihatannya, kadangkala kelinci bisa mati mendadak. Dalam membudidayakan kelinci kita memerlukan induk kelinci yang berkualitas untuk mendapatkan anak kelinci yang berkualitas juga.
Kandang kelinci harus disesuaikan dengan ukuran kelinci yang akan di budidayakan, minimal kandang untuk budidaya adalah 50 x 80 x 50 cm. usahakan bagian lantai kandang dari bambu jangan dari kawat, kandang tertutup rapat sehingga tikus tidak bisa masuk.
Perkawinan kelinci dapat dilakukan apabila kelinci jantan sudah berumur 8 bulan lebih dan kelinci betina berumur 6 bulan lebih, untuk betina dapat diketahui masa birahinya dengan melihat alat reproduksinya. apabila kelihatan lebih merah dari biasanya maka betina sudah siap dikawinkan, jangan sampai terlewatkan masa birahinya, apabila terlewatkan maka betinanya akan lebih agresif terhadap jantan.
Satu bulan lamanya betina kelinci mengandung, sebelum memasuki masa kelahirannya minimal tiga hari sebelum melahirkan sipkan bok kayu ukuran 40 x40 x 10 cm sebagai tempat melahirkan.
anak kelinci
Sebelum melahirkan induk kelinci akan membuat sarang pada bok yang sudah disiapkan dengan cara mencabuti sebagian bulu bulunya,biasanya kelinci melahirkan antara 5 sampai 12 ekor, setelah melahirkan induk kelinci akan memakan bali dari anaknya tersebut, maka jangan sampai balinya jatuh kebawah kandang, induknya akan menjadi gelisah karena belum memakan bali dari anaknya. setelah berumur satu bulan anak kelinci dapat dipisahkan dari induknya, induk kelinci istirahatkan  selama satu minggu atau sampai masa birahinya datang kembali.
Faktor yang menyebabkan kematian induk dan anak
1. pemberian  pakan pelet terlalu banyak terhadap induk akan menyebabkan bayi kelinci susah keluar yang mengakibatkan anak dan induk mati.
2. Induk kelinci masih muda / tidak berpengalaman dalam menyusui.
3. Hama tikus dan kucing.
4. Cuaca dingin atau angin.
Posted by: sabre | April 7, 2010

Pemburu Kelinci

Wah..Kelinci per ekor harganya Rp 500..Murah. kalau saja benar harganya begitu murah mungkin banyak petani yang menjual kandangnya juga karena kelincinya habis terjual. harga Rp 500 per ekor rupanya keuntungan yang di dapat oleh para pemburu kelinci dari hasil penjuallanya ke para bandar, setelah mereka membelinya dari petani. Itulah sebagian kecil cerita di balik lucunya wajah kelinci yang anda miliki sekarang.
Pagi pagi ia sudah pergi meninggalkan rumah dan keluarganya untuk berburu kelinci ke para peternak kelinci yang berada di sekitar lembang, memang lembang sudah terkenal sebagai pencetak kelinci hias yang unggul, ia pergi mencari untuk memenuhi pesanan khusus ataupun hanya untuk rutunitas saja.
Pada musim  banjir order kadangkala ia harus mendapatkan lebih dari seratus anakan sehari untuk di kirimkan ke luar lembang, ia harus mendapatkan harga yang murah dari para petani karena para bandar sudah menetapkan patokan harga untuk semua jenis kelinci.Tidak peduli cuaca panas atau hujan ia harus mendapatkannya demi keluarga di rumah.
Dilihat dari rantai penjualan kelinci yang pasti mendapatkan keuntungan besar adalah para breeder papan atas, sebagai saran anda lakukan pemesanan kepada breeder, terus hitung indukan yang produktip, mungkin anda akan bertanya tanya kenapa anak kelinci yang ada di tempat itu selalu available padahal setiap hari anakan kelinci selalu ada yang terjual…? jawabanya, ada pada para pemburu kelinci ini. ah tidak penting untuk di pikirkan juga.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;