Tampilkan postingan dengan label kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelinci. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar


Kelinci makhluk yang unik. Ciri khasnya yang gaul, lucu dan kadang menimbulkan rasa iba membuat banyak orang mudah terprovokasi untuk memilikinya. Masalahnya kemudian jika tidak bisa merawat, kita hanya akan memiliki kelinci dalam hitungan beberapa hari, atau paling-paling 2-3 minggu kelincinya bertahan hidup. Mengapa? Masalah ini perlu dijawab secara ringkas sebagai pedoman bagi pemula. Di dalam naskah ini memang tidak akan ada penjelasan yang mendetail karena persoalan kelinci tidak bisa dijelaskan dalam naskah sependek ini. Harapan tulisan ini bisa membuat kita berpikir lebih serius dan berhati-hati supaya kelinci dan kita tidak rugi karena kematian.

Kelinci, pada semua umur memang lucu. Tetapi masa puncak kelucuannya biasanya pada umur 17-35 hari. Itulah mengapa banyak orang tertarik langsung membeli anakan-anakan itu. Petshop dan warung pinggir jalan di tempat-tempat wisata menjual ini. Kalau kita Tanya ke penjualnya apakah bisa tahan hidup atau tidak jawabnya hidup.

Bahkan kalau kita Tanya ke mereka apakah kelinci kuat di bawa pergi jauh memakai kendaraan, jawabnya kuat. Bahkan dengan percaya diri mereka bilang kuat dibawa pergi jauh berhari-hari, dari pulau jawa hingga makasar, palembang, bahkan banda aceh. Bagi yang belum mengenal seluk-beluk kelinci biasanya mudah percaya. Lalu nekad membelinya sekejap itu juga. Bagaimana kita merespon ini semua?

Masa menyusui memang hanya berkisar antara 1-42 hari. Tetapi jika kurang dua bulan dipisah dari induk, atau katakanlah langsung dipisah mendadak di bawah umur 60 hari (2 bulan) kemungkinan kelinci stres sangat besar. Intinya, masa kumpul anak kelinci dengan induknya butuh 60 hari dengan pola pemisahan tidak mendadak. Satu faktor ini saja akan membuat kelinci menderita. Rata-rata kelinci yang lucu-lucu di pinggir jalan itu baru berumur antara 25-35 hari. Ini mengerikan sekali. Para bakul tidak peduli dengan sisi naluriah kehidupan makhluk hidup.

Mereka tega membeli dari peternak di desa-desa, dan ironisnya para peternak kecil juga tidak melarangnya karena mereka butuh duit. Duitlah yang membuat mereka tega, bahkan dengan seringnya mati itulah mereka merasa senang karena dengan begitu nanti para pembeli yang kelincinya mati diharapkan membeli lagi. Ini bukan rahasia lagi di kalangan para penjual kelinci anakan. Kelinci diambil dari peternak di desa rata-rata dengan harga murah, yakni Rp 10.000, ada pula yang harganya Rp 15.000 (tergantung jenisnya). Lalu di bawa pergi ke pinggir jalan. Pada satu dua hari kelinci belum terlihat sakit. Tetapi pada hari ketiga biasanya stres semakin melanda karena mereka tidak mendapatkan ASI (Air Susu Induk) lagi. Mereka hanya makan rumput dan pelet. Untuk pakan rumput tidak masalah.

Tetapi ketika anak-anak di bawah umur 50 hari itu masuk petshop dan hanya dipasok pelet, -tanpa keseimbangan rumput disertai kehilangan ASI, maka pencernaannya yang masih lemah itu biasanya memiliki masalah. Pencernaan kelinci beda dengan pencernaan hewan lain. Kelinci hanya mengandalkan usus besar untuk mencerna, tanpa dibantu lambung. Jika pada usia kecil sudah kebanyakan makan padat, terutama pelet maka sering jadi sumber masalah. Diare akan melanda segera. Maka jangan heran kalau pada hari keempat hingga ke tujuh biasanya kelinci pada mati. Di warung pinggir jalan biasanya belum pada mati karena baru 2-4 hari. Tetapi jika sudah sampai petshop (rata-rata 5-10 hari), kematian kelinci mencapai angka 40-50 persen. Lalu sisanya biasanya mati di tangan pembeli setelah 3-4 hari di rumah.

Kematian selain karena masalah pemisahan dari induk dan pakan, biasanya disertai kolaps karena perjalanan jauh. Perjalanan jauh bagi kelinci sangat menyiksa. Selain dalam kondisi stress mendadak terpisah dari induk, faktor lain seperti berdesak-desakan, terlalu banyak makan pelet, kurang minum disertai kejadian menegangkan dari lingkungan perjalanan dan situasi baru yang berubah-ubah membuat stres mempengaruhi pola pakan.

Pada kondisi seperti inilah rasionalitas stres bisa diterima sebagai penyebab kematian. Tetapi menyembuhkan stress saja tidak cukup membuat kelinci bertahan sebab memang pada dasarnya anak kelinci di bawah umur 60 hari masih rentan kematian. Bagaimana supaya kelinci tidak mati?

Jawabannya jangan membeli anakan di bawah umur 60 hari.

Tetapi memang di sini akan timbul masalah. Sebab para calon pemelihara ini sering percaya bahwa kelinci sudah umur 2 bulan sebagaimana kata penjualnya. Inilah repotnya. Sebenarnya kelinci-kelinci itu belum berumur 2 bulan, bahkan untuk mencari umur 1,5 bulan pun sangat jarang. Rata-rata tetap di bawah umur 35 hari.

Sebagaimana watak kebanyakan para pedagang di Indonesia, mereka suka berbohong. Bukan soal umur saja, para penjual, termasuk di petshop juga berbohong soal jenis, dan penjelasan yang lain tentang pakan. Mereka para penjual sesungguhnya bukan peternak. Mereka tidak tahu menahu tentang kelinci kecuali sekadar menyebut jenis dan harga. Bahkan soal pakan pun hanya bisa menjawab, pakannya rumput, sayur, pelet dan jangan diberi air minum.

Ini adalah penjelasan yang sangat fatal tentunya. Pelet buat kelinci tidak boleh sembarangan. Air minum juga sangat penting bagi kelinci karena kelinci adalah bagian dari makhluk hidup yang setiap saat butuh air minum. Anjuran sayur kankung dan kubis sangat menyesatkan. Kangkung dan kubis bukan pakan kelinci yang baik karena selain menimbulkan bau tak sedap bagi kotoran juga kandungan serat-kasarnya terlalu tinggi, terlebih bagi kelinci anakan.

Kemana kita membeli kelinci?

Sebaiknya ke peternakan langsung yang menyantumkan tanggal lahir kelinci dan melihat beberapa hal kemungkinan untuk meyakini kelinci sudah lewat usia 2 bulan.

1. Ciri-ciri kelinci umur 2 bulan biasanya sudah tidak menyusui sekalipun masih menyatu dengan induknya. Kita bisa memeriksa induk dengan melihat putingnya. Jika puting susunya sudah tertutup bulu, tidak nampak bekas penyusuan pada malam hari biasanya anak kelinci tersebut sudah siap pisah.
2. Jika tidak bisa begitu, kita bisa mencari cara lain dengan melihat sikap peternaknya. Apakah dia punya pandangan yang baik terhadap masalah kelinci? Sejauh mana kasih –sayang dan kebersihan kandangnya? Kita bisa empiris melihat di kandangnya, termasuk melihat ketertiban pencatatan/kalender perkawinan dan kelahiran masing-masing induk betina.
3. pada akhirnya kita butuh referensi terpercaya dari para peternak yang baik dan pemelihara yang benar-benar menyayangi kelinci. Harus diakui masyarakat kita masih sangat primordial dalam memandang hewan kesayangan. Mereka sering memperlakukan seenaknya terhadap hewan piaraan. Agak sulit memang menemukannya. Tetapi di kalangan pencinta hewan piaraan yang sedikit berkelas biasanya kita justru menyaksikan hal itu. Mereka anak-anak muda berpendidikan dan memiliki semangat pemeliharaan ilmiah biasanya layak dipercaya. Tetapi memang terkadang harganya sedikit mahal. Hal ini disebabkan karena mereka dalam beternak sangat mengandalkan banyak kebutuhan, mulai dari perawatan, vitamin dan lain-lain. namun sesungguhnya, harga 2-4 kali lipat lebih mahal di banding harga kelinci pinggir jalan tidak masalah. Sebab jika kita membeli anakan di petshop atau pinggir jalan seringkali lebih banyak yang mati. Sedangkan dengan membeli kelinci terpelihara secara baik angka kematian bisa minimal, bahkan bisa hidup semua. Walhasil, murah dan mahal itu relatif. Semurah apapun kalau pada akhirnya mati semua juga jadi mahal. Kelincinya menderita, kitapun rugi. Semahal apapun kalau kelinci hidup dan sehat akan membuat kita bahagia yang kebahagiaan itu tidak bisa ditukar dengan uang.

Tips aman perjalanan kelinci.

Setelah kita yakin bahwa anak kelinci yang kita beli sudah menginjak remaja, yakni lebih 60 hari, kita bisa membawanya pergi. Namun demikian kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Jarak tempuh dengan kendaraan darat di atas 200 km dengan jalanan bergoyang dan cuaca panas harus berhenti minimal 2 kali. Perjalanan 4 jam akan membuat sumpek kelinci, apalagi jika kandang angkutnya hanya berupa kardus atau tempat keranjang plastik yang sangat sempit itu. Kelinci mudah dilanda stres. Pastikan kandang angkutnya leluasa dan sirkulasi udara nyaman di dalam mobil. Jangan membawa kelinci terlalu banyak dan berdesak-desakan.
2. Sediakan air minum ditopang vitamin. Jangan percaya kelinci jika diberi air minum mati. Semua makhluk hidup butuh air minum. Itu adalah strategi penjual supaya kelinci mati dan Anda membelinya lagi. Botol atau tempat minum minum mesti tersedia dan kelinci bisa mengakses minum serta pakan. Jangankan kelinci, manusia yang kurang minum dan lapar dalam perjalanan saja bisa stres dan muntah. Beruntung manusia bisa muntah karena dengan begitu pencernaan tidak terserang. Sayangnya kelinci tidak bisa muntah dan karena itu bisa mengakibatkan pencernaan terganggu. Jika kelinci tidak minum di masa kendaraan jalan karena sulit mengakses, maka saat istirahat kita bisa menyodorkan air minumnya. Buka seluruh pintu mobil untuk memberikan sirkulasi udara selama istirahat satu jam.
3. pakan kelinci umur 2 bulan dalam masa perjalanan tidak usah memakai pelet sebab pelet atau konsentrat adalah pakan yang sulit diurai pencernaan. Dalam sehari perjalanan cukup makan serat, yakni rumput biasa disertai pelet, atau ditambah sayuran lain. Bahkan sesampai di rumah pun sementara waktu jangan dikasih pelet terlebih dahulu. Sementara rumput dan sayuran saja dulu. Ini lebih aman bagi pencernaan. Barulah setelah 2 atau 3 hari berada di rumah kita bisa memulai dengan pemberian pakan padat (pelet, ampas tahu atau dedak padi/bekatul). Dedak jagung tidak usah karena terlalu banyak karbohidrat. Vitamin A, B12, dan vitamin C sangat diperlukan pada masa-masa perjalanan sampai seminggu berada di rumah kita.
4. Pergantian cuaca karena perpindahan juga sangat mempengaruhi stres. Kelinci yang kita beli dari pegunungan dengan suhu antara 19-24 derajat celsius kemudian pindah ke suhu antara 25-32 derajat celsius jelas akan terganggu. Pastikan kita bisa membuatnya nyaman dengan menstabilkan suhu di dalam rumah. Tempatkan kelinci kita pada area yang tidak panas dan selalu dalam suhu yang sederajat dengan suhu sebelumnya.
5. Membeli kelinci berumur lebih 3 bulan kemungkinan aman lebih besar. Itu lebih bagus.
6. induk hamil resiko stress dan keguguran. Perlakuan induk hamil minimal seperti perlakuan terhadap anak kelinci berumur 60 hari.
7. jika usaha maksimal di atas masih juga membuat kelinci kita sakit, dengan gejala lemas, nafsu makan susut, mencret berlendir coklat atau warna biru atau juga hijau, penyebab utamanya tetap stres yang kemudian melanda pencernaan. Pahami kasus Mucoid Enteropathy (ME).

1. lebih jelas tentang gejala ME biasanya ditandai dengan, 1) Perut yang mana di dalam ususnya mengembung dengan kandungan cairan dan gas. 2) Sekum kering tetapi di dalamnya memuat gas. 3) Perut nampak buncit dengan anusnya yang mengeluarkan lendir. Lendir ini biasanya menghalangi pencernaan sehingga dalam waktu lebih 5 hari kelinci akan mati.

1. obat yang perlu dalam hal ini adalah antibiotic hewan (ruminansia) syukur yang khusus untuk kelinci. Jenis antibiotik enrofloxacin, metronidazol, atau trimethoprim. Untuk dosis harus diperhatikan secara akurat dan kita jangan berlebih atau kurang dalam memberikan obatnya. Suntik atau oral untuk ketiga jenis itu selama ini aman. Namun lebih aman lagi dengan suntik.
2. Cairan bawang putih bisa membantu mengatasi masalah pencernaan. Caranya ditumbuk atau diblender menjadi jus. Berikan minum melalui suntikan (tanpa jarum). Baringkan kelinci lalu masukkan ramuan.
3. Pasok bersama dengan jus wortel dan campuran rumput. Pelet tidak diperlukan supaya pencernaan stabil.
0 komentar

Untuk Pemilik Kelinci Pemula

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihwJe1ltaVC64C1kXWLdwAI_Z63HbaeRh3R4yun7qIDuouhXX000C1o6leA9SStX3qa8yejJU3yCVKZ_xxdApEzLi7Roy6ztXsIRNtfMtllOH2WbInTKaf3YTgYCr0ieQdts4Kb7JlNxId/s1600/kelinci.jpg

Kepada rekan-rekan pemelihara kelinci pemula, kami berterimakasih atas apresiasinya dengan mengunjungi situs ini. Berbagai pertanyaan yang datang sangat banyak sekali, dan kebanyakan mempertanyakan tentang hal-hal yang sifatnya sangat dasar dari kelinci. Misalnya jenis rumput kelinci, makanan kelinci, umur perkawinan, cara kawin, memilih kelinci, masa menyusui, pelet kelinci dan lain sebagainya. Sebagian besar pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya sudah lama didiskusikan di blog ini, juga sering didiskusikan di facebook kabar kelinci indonesia.
Mungkin karena maunya bertanya langsung mendapat jawaban, lantas tidak mencoba mencari sumber-sumber referensi terlebih dulu dengan menyimak banyak tulisan yang sudah ada Terlebih pada masalah penyakit, seolah-olah dengan menyodorkan pertanyaan singkat lalu mendapat jawaban praktis dan menyelesaikan masalah. Padahal soal penyakit ini harus dikenali secara tepat dan akurat sehingga solusinya pun tidak menyimpang. Ada banyak yang tidak tahu misalnya, soal membedakan antara caesotroph dengan mencret. Kelinci tidak sakit diduga sakit. Hanya karena telinga kurang tegak lantas bingung dengan menduga sebagai penyakit parah. Ada juga yang lebih parah lagi, mencampur betina dan jantan pada masa kehamilan sampai melahirkan.
Kesemuanya menunjukkan betapa kita kurang mau memahami kelinci secara luas dan mendalam. Kita harus memulai dari pemahaman bahwa mengurus makhluk hidup mestinya tahu detail dari mulai pola kehidupan, sistem perkandangan, makanan, kesehatan dan tindakan medis. Oleh karena itulah mestinya kita harus menggali sumber ilmu pengetahuan yang luas. Bisa dipenuhi melalui buku-buku kelinci, referensi teks yang banyak dari internet, juga belajar langsung melalui praktik kepada peternak yang sudah lama dan berhasil. Semua demi keselamatan kelinci dan kesuksesan kita. Jangan siksa kehidupan kelinci dengan perilaku awam kita sehingga semua menjadi rugi.
Mohon maaf sekiranya pertanyaan tidak dijawab secara cepat karena kami kuwalahan melayani lebih dari 20 pertanyaan setiap hari. Dan jika pertanyaan tidak dijawab itu artinya sudah ada jawaban di dalam blog ini.
0 komentar

Kelinciku, Mengapa Mati?


Sekalipun sebagian kelinci tidak mengalami masalah yang fatal disapih di bawah umur standar itu tetapi tetap saja hal itu tidak baik. Hanya sedikit yang tahan hidup lama. Bagi yang tidak tahan dan selalu kangen dengan ASI kelinci stres, setelah stress ia akan males makan rumput atau konsentrat. Di situlah benih-benih kematian berkembang, apalagi dicampur dengan kelinci lain yang mungkin dirasakan tidak membuat nyaman dirinya. Kalaupun kelinci sudah menyusui sampai lebih 35 hari, kita pun tidak boleh memisahkan dari induknya secara mendadak, butuh proses pemisahan berpola, misalnya pagi dipisah, sore dikumpulkan kembali. Pola ini bias dilakukan antara 4-6 hari.
Bagi kelinci anak, sebagaimana manusia, peranan Ibu bukan semata menyusui, tetapi juga sebagai pelindung. Lihatlah dengan fakta di mana sang induk setiap waktu selalu memberi kasih saying pada anak-anaknya dengan cara menjilati atau menikmati kebersamaan saat makan dan tidur. Dari sisi psikologi ketergantungan ini membuat anak-anak sulit berpisah. Makanala dipisah secara mendadak sering mengakibatkan stress dan kehilangan selera makan, bahkan selera hidup. Kita harus paham dan sadar bahwa sebagian dari kelinci kita memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, seperti manusia. Ada yang mudah sakit dan ada yang kebal penyakit. Sebagai langkah aman, maka kita mesti memberlakukan semuanya sebagai kelinci yang rentan penyakit, terutama stress.Dengan cara itu kita bias menjaga anak-anak kelinci dari kematian. Anak kelinci yang dipisah secara mendadak biasanya mudah terserang bakteri ganas semacam Pasteurella multocida, enterotoxemia (yang mendorong produksi gas dan mengakibatkan bloat/kembung) atau bahkan bisa jadi mengakibatkan stress akut dengan penyakit caecal impaction (mati secara mendadak).
Maka, kalau ada pertanyaan, mengapa banyak kelinci anakan yang dibeli itu mati? Jawaban mendasarnya mudah, yakni pola penyapihan yang tidak beres, selain karena masalah stress akibat perjalanan kendaraan tentunya.
Tradisi baru.
Seharusnya kita memang memulai tradisi baru dalam hal penyapihan ini. Jika mau aman, seyogianya kelinci anak diperjual-belikan setelah umur 3 bulan. Mutazim Fakkih, Ahli Kelinci dari Klaten mengatakan, “saya tidak akan pernah melepas kelinci saya di bawah umur 3 bulan. Sebab kalaupun tidak mengakibatkan kematian, biasanya anakan itu jelek untuk indukan. Induk yang baik adalah yang dirawat secara baik sejak kecil, terutama sehat bersama sang induk,” ujar pemilik kelinci Indukan berjumlah lebih seribu ekor ini. Menurut Tazim, ia tidak merasa rugi terbebani pakan selama pemeliharaan anak-anak kelici selama 2 bulan. Sebab ia bisa merasionalisasikan harga jual dengan biaya pakan dan perawatan. Dengan cara itu Tazim membuktikan angka kematian kelinci sangat rendah dan mereka yang hidup bisa menjadi indukan berkualitas.
Sabtu, 24 September 2011 0 komentar

Kelinci


Hewan licah dan gesit ini dapat dijadikan teman bermain anak-anak dan cocok sebagai hewan peliharaan yang manis, lembut, lucu, lugu, dan penurut.
Di habitat aslinya, kelinci merupakan hewan yang hidup berkelompok dan dapat berkembang biak sangat cepat. la tergolong hewan herbivora (pemakan hijauan) yang aktif menjelang senja.
Kelinci menggali lubang di tanah sebagai tempat tinggalnya dengan kuku cakarnya. Di tempat tinggalnya, ia bergerak lincah dan gesit luar biasa. Kelinci dapat melompat, lari, menyusup, atau masuk ke dalam lubang.
Di zaman sekarang orang memelihara kelinci dengan bermacam-macam tujuan, yaitu untuk usaha komersial (penghasil daging, kulit, dan bulu) dan untuk ilmu pengetahuan (hewan percobaan). Bahkan akhir-akhir ini kelinci mulai memasuki bursa hewan kesayangan,
A. Daya Tarik Kelinci
Yang menjadi daya tarik: lincah, gesit, lembut, lucu, lugu, penurut, dan bersih
Akhir-akhir ini kelinci sudah mulai diikutkan dalam pameran, perlombaan, dan bursa hewan kesayangan. Oleh karena perilakunya yang lembut, lucu, lugu, penurut, dan suka hidup bersih maka tak heran kalau sebugian besar pemeliharanya adalah remaja putri.
Kelinci relatif mudah dipelihara, mudah menjadi jinak, dan tidak berbahaya sebagai teman bermain anak-anak. Harganya pun murah sehingga dapat dipelihara oleh semua lapisan masyarakat. Tak heran kalau kelinei sebagai hewan kesayangan mulai menjamur sampat ke kota-kota besar. Jenis makanannya murah dan mudah didapat. Kelebiban lainnya ialah fesesnya padat, berbutiran kecil, tidak begitu berbau, dan mudah dibersihkan..
B. Jenis yang Disukai
Yang banyak dipelihara:
  • - dwarf lop
  • - dutch
  • - polish
  • - siamese
  • -netherland dwarf
Ada banyak jenis kelinci yang dipelihara saat ini dengan berbagai tujuun seperti penghasil daging, penghasil kulit, penghasil bulu (wool), dan hewan kesayangan. Dari banyaknya jenis kelinci tersebut hanya beberapa jenis saja yang dapat dipelihara sebagai hewan kesayangaii.
Dwarf lop atau kelinci lop kerdil merupakan kelinci berukuran kecil dengan berat banya 1,5-1,8 kg setelah dewasa. Warna bulunya cokelat abu-abu yang lerkadang kontras dengan warna kemerahan. Ada juga yang InTwarna hitam dan putih cokelat kekuningan. Penampilannya sangat lucu dengan telinga menjulur ke bawah.
Kelinci dutch atau lebih dikenal kelinci belanda sangat populer di seluruh dunia sebagai hewan kesayangan. Beratnya hanya 1,5 — 2,5 kg. Kelinci ini mudah dikenali dari bulunya yang berwarna putih melingkar dari punggung terus ke leher dan ke kaki depan.
Bagian bdakang dan kepalanya hitam, cokelat, atau abu-abu. Sementara moncong, pipi, dan dahi putih.
Kelinci polisli berwarna putih, hitam, atau cokelat. Matanya berwarna merah delima atau biru. la tergolong kelinci kerdil karena beratnya hanya 1-1,5 kg. Bentuk tubuhnya mirip netherland dwarf. Telinganya berdiri tegak.
Kelinci siamese atau kelinci siam memiliki pola warna bulu seperti kucing siam. Beratnya sekitar 2,25—3,5 kg. Tubuhnya ada yang berwarna cokclat muda, agak cokelat, dan cokelat tua. Kelinci berwarna cokelat muda memiliki bayang-bayang warna di punggung dan, muka, dan telinga cokelat gelap sehingga lebih menarik dibanding warna lainnya.
Kelinci netherland dwarf merupakan kelinci kerdil dari Belanda. Kelinci ini lebih dikenal dengan kelin mini karena sebagai kelinci terkecil di dunia. Beratnya hanya sekitar 0,9 kg. Bentuk tubuh pendek membulat dan kepala bulat. Telinga panjang berdiri tegak. Warna bulunya putih dengan mata merah.
C. Kandang dan Perlengkapannya
Kandong yang baik:
- terbuat dari bahan yang keras, liat, dan tidak mudah dikerat
- mudah dibenihkan
Kelinci sebagai hewan kesayangan dapat dipelihara di dalam rumah (indoor) atau di luar rumah (outdoor), tetapi tetap ditempatkan dalam kandang. Konstruksi kandang outdoor dan indoor sama, hanya ukurannya yang berbeda, yaitu kandang outdoor lebih luas. Kandang dibuat sedemikian rupa agar kelinci tidak dapat keluar.
Setengah dari lantai kandangnya dialasi bahan halus dan empuk seperti pleziglass atau semacam karpet yang mudah dibcrsihkan. Bahan lantai ini tidak akan melukai kaki dan bagian tubuh lainnya. Sementara setengah bagian lantai kandang lainnya dibuat dari kawat kasa yang lubang-lubangnya agak besar. Tujuannya agar feses, urine, dan sisa-sisa makanan langsung jatuh melalui lubang tersebut sehingga lantai kandang tetap bersih dan kering.
Tempat minum, makan, dan buang air (kloset/literbox) sebaiknya terbuat dari bahan keramik atau kaca agar tidak mudah berkarat dan mudah dibersihkan. Peralatan kandang tersebut dan lantai karpet harus disediakan rangkap agar tetap tersedia saat yang satunya dicuci.
D. Makanan dan Minuman
  • Makanan buatan : takaran 1/4 cangkir per 2,5 kg berat badan
  • Makanan hijauan: rumput, kangkung, bayam, uiortel, bic, apel, dan alfalfa
Sekarang makanan buatan maupun makanan tambahan untuk kelinci berupa vitamin dan mineral banyak dijual di pasar swalayan atau toko hewan. Makanan buatan berbentuk butiran keras seperti pelet atau biskuit. Umumnya kelinci mudah menyesuaikan diri dengan makanan tersebut. Pemberiannya harus cukup karena kelebihan makanan akan menyebabkan kelinci kegemukan. Saat membelinya harus diperhatikan masa kadaluarsa yang biasanya tertera pada bungkusnya. Bungkusnya pun perlu diperhatikan jangan sampai sudah rusak karena dapat menyebabkan bau tengik.
Makanan hijauan perlu diberikan sebagai makanan tambahan. Ini dimaksudkan agar kelinci memperoleh berbagai variasi makanan dan dapat memenuhi kekurangan zat nutrisi yang tidak ada pada makanan buatan. Sebaiknya diberikan berbagai bahan makanan hijauan secara bergantian dengan makanan buatan. Janganlah terus-terusan memberikan kangkung saja sebagai makanannya. Hal ini tidak baik bagi perkembangan kelinci. Pemberiannya 2—3 kali seminggu.
Untuk memenuhi kebutuhan mineral dan memperbaiki nafsu makan, kelinci dapat diberikan garam yodium yang digantungkan di kandang. Garam ini dapat dimanfaatkan oleh kelinci sebagai garam jilat (licksalt).
Sisa makanan kita sehari-hari (toble food) juga dapat diberikan sepanjang tidak lebih dari seperlima porsi makan seharinya. Bila diberi makanan buatan berselang-seling dengan hijauan dan toble food maka kelinci tidak perlu lagi diberikan garam yodium karena kebutuhan zat gizinya cukup terpenuhi.
Air minum yang bersih dan segar harus selalu tersedia. Air minum ini ditempatkan sedemikian rupa agar tidak tercemari sisa makanan, urine, atau feses. Tempat air minum sistem gantung yang airnya keluar tetes demi tetes bila dijilati adalah yang terbaik karena kebersihannya terjamin, tidak mudah tercemar, dan tidak membasahi kandang. Tempat makan dan minum harus dibersihkan dan didesinfeksi setiap 3—5 hari sekali agar kandang terhindar dari gangguan parasit seperti cacing, jamur, bakteri, dan protozoa yang dapat menginfeksi penghuninya.
Kelinci memiliki kebiasaan memakan fesesnya sendiri di waktu malam (feses malam) atau pagi-pagi sekali. Feses malam berwarna hijau muda, lunak, basah, dan berbentuk pelet. Menurut penelitian kebiasaan ini tidak perlu dilarang karena feses malam mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral.
E. Pemeliharaan
Yang perlu diperhatikan:
  • - jangan menangkap kelinci dengan mencekal telinganya
  • - jangan biarkan kelinci buang air besar dan kedl di luar kandang
  • - waspadai segala macam gangguan pada kelinci
1. Memegang dan menguasai kelinci
Gerakan kelinci yang sehat sangat lincah. Untuk itu saat memegang atau menguasai kelinci, kita perlu hati-hati. Kesalahan memegang kelinci dapat mencelakakan diri kita maupun kelincinya. Kecelakan sering terjadi karena kelinci ketakutan dan terkejut. Biasanya saat ketakutan kelinci akan meronta, menyepak, atau menendangkan kaki belakangnya. Akibatnya kelinci dapat mengalami patah tulang. Oleh karena itu, menangkap kelinci sebaiknya diawali dengan pendekatan kasih sayang. Bila perlakuan seperti ini sering dilakukan maka kelinci akan berperilaku manis, tidak takut malahan ramah, manis, dan suka mendekat.
Kelinci yang ditangkap dengan cara mencekal kedua telinganya akan berakibat fatal. Dengan cara seperti ini akan sangat menyakitkan bagi kelinci, bahkan telinga dapat menjadi bengkak karena pecahnya pembuluh darah.
2. Mengajari kebiasaan baik
Kelinci yang buang air besar atau kecil tidak pada tempatnya akan menyebabkan kebersihan kurang terjaga. Hal ini sering terjadi terutama kalau kelinci dilepaskan dari kandang.
Kelinci dapat diajarkan atau dilatih buang air besar dan kecil di dalam kloset khusus atau litterbox. Melatihnya perlu kesabaran dan secara konsisten. Mula-mula selama beberapa hari diamati tempat kelinci biasa buang air besar atau kecil. Di tempat tersebut diletakkan koran bekas. Setelah beberapa kali dialasi koran, letakkan litterbox di tempat yang sama. Di dalam litterbox diletakkan koran bekas yang pernah dipakai. Lama-kelamaan kelinci akan suka menggunakan litterboz walaupun tanpa alas koran sekalipun.
3. Problem kesehatan
Kelinci tidak lepas dari gangguan kesehatan atau penyakit selama hidupnya. Ada banyak jenis penyakit yang dapat didorita kelinci, baik yang bersifat infeksi maupun noninfeksi. Kelinci yang sakit menyebabkan penampilannya kurang prima.
a. Pasteurellosis
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Pasteurella midtocida dan dapat terjadi di bagian tubuh mana pun seperti radang paruparu dan radang jalan pernapasan. Gejalanya ialah sering bersin, keluar ingus dari lubang hidung, mata belekan, gelisah, dan sulit bernapas. Bila tidak diobati, bakteri akan menyebar ke selaput mata, telinga, tulang rahang, dan organ reproduksi. Di tempat tersebut terjadi abses. Bila abses tidak diobati maka kuman akan masuk ke dalam sinus yang kemudian meluas ke dalam mata dan akhirnya ke jaringan otak.
Mengatasi abses dengan mengeluarkan nanah hingga bersih. Setelah itu, cuci dengan NaCl fisiologis atau larutan rivanol beri antibiotika melalui suntikan. Infeksi di bagian mata pun dapat diberikan antibiotika.
b. Veneral spirochetosis
Veneral spirochetosis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Spirocheta. Penularannya melalui hubungan kelamin. Namun, karena umumnya dipelihara hanya dalam kelompok kecil maka hewan kesayangan ini jarang diserang penyakit ini. Penyakit ini sangat menular pada manusia.
Gejalanya antara lain tampak luka yang terkadang sampai berdarah pada alat kelamin, sek’tar dubur, dan hidung kelinci. Pengobatannya dengan penyuntikan antibiotika penisilin ke otot sebanyak 40.000 IU per kg berat badan sekali sehari selama lima hari berturut-turut. Penderita pun dapat diberi vitamin dan minerai untuk membantu penyembuhannya. Sementara luka-lukanya diberi salep berupa campuran antibiotika dan sulfa preparat.
c. Infeksi jamur
Bagian tubuh yang lembap seperti hidung, bibir, mulut, dan sekitar anus sangat rawan terinfeksi jamur Trichophyton mentagrophyte atau Microsparum canis. Gejalanya antara lain kulit kering, bersisik, botak (alopesia), dan terasa gatal (pruritus). Pengobatannya dapat
dengan antijamur, baik tablet, salep, maupun sampo. Sebaiknya dua minggu sekali kelinci dimandikan dengan larutan povidon iodine skin deanser, lime sulfur, atau ketoconazol 2%. Penyembuhannya memerlukan waktu cukup lama.
d. Penyakit parasit
Parasit yang menyerang kelinci antara lain Psoroptes cuniadi, Sarcoptes scabei, dan Cheyletiella sp.
Secara normal lubang teiinga kelinci mengeluarkan bahan semacam lilin atau wax (curek). Bila lubang telinga tidak pernah dibersihkan maka bahan tersebut akan menumpuk sehingga parasit Psoroptes cuniculi paling-senang bersarang di sini. Untuk itu, setiap dua minggu sekali telinga dibersihkan dengan kapas steril yang dibasahi obat tetes telinga.
Pengobatannya dapat menggunakan ivermectine 1% dengan dosis 300—400 /zg (mikrogram) per kg berat badan yang disuntikkan subkutan. Selain itu, dapat pula secara topikal ke saluran telinga dengan 0,5 cc karbogliserin dua minggu sekali untuk melarutkan curek.
Sarcoptes scabei atau Notoedres cati menyebabkan radang kulit, bulu rontok, atau gatal yang sering dikomplikasi dengan infeksi bakteri. Pengobatannya sama dengan serangan Psoroptes sp. Di samping itu, kelinci dapat dimandikan dalam larutan lime sulfiir (1 : 40) seminggu sekali hingga 5—6 kali perlakuan.
Cheyletiella sp. sering disebut walking dandruff karena menyerupai ketombe yang berjalan. Upaya pengobatannya sama dengan pengo batan Psoroptes sp.
e. Pinjal
Gigitan pinjal dapat menimbulkan radang kulit alergik. Pinjal pun merupakan induk semang cacing pita yang disebut Diphyllidium sp. dan bersifat zoonosis (menular kepada manusia).
Obat antipinjal berbentuk bedak, semprotan (spray), atau jelly dapat dipakai untuk membasmi pinjal. Obat bentuk spray antara lain Frontline, sedangkan obat bentuk jeli antara lain Program. Keduanya telah dipasarkan di Indonesia. Kalung antipinjal jangan dipakai untuk kelinci karena dapat meracuninya bila dijilat.
f. Radang usus berdarah
Radang usus berdarah (coccidiosis) disebabkan oleh Eimeria sp. Penyakit ini dapat menyerang hati (coccidiosis hati) dan usus (coccidiosis usus).
Gejala coccidiosis hati ialah tubuh lemah, kulit rapuh dan pucat, bulu-bulu kusut dan suram, diare, serta dapat mati merana. Sementara gejala coccidiosis usus adalah kurus; feses lembek, berdarah, dan berlendir; anus kotor dan berbau; serta dehidrasi hebat. Ada-kalanya coccidia membentuk koloni di saluran hidung sehingga penderita sulit bernapas (coccidiosis hidung).
Pengobatan dilakukan dengan obat preparat sulfa 3—4 kali sehari. Dosisnya 30—60 mg setiap kg berat badan dan diberikan melalui mulut. Di samping itu, kelinci pun perlu diberi vitamin dan mineral serta obat antidehidrasi.
g. Bola rambut (hair ball)
Kelinci sering mengandung “bola rambut” menyebabkan kurang nafsu makan, kurus, kulit mengendor, dan bulunya makin banyak rontok.
Bola rambut terhentuk akibat rambut yang rontok ikut tertelan saat dijilati. Untuk mencegahnya, secara beraturan kelinci (terutama yang bulunya banyak rontok) diberi minyak ikan (dalam kapsul gelatin) atau minyak sayur agar rambut dapat keluar bersama feses.
Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian jus nanas, jus pepaya, atau yoghart dengan dosis setengah sendok teh untuk setiap kg berat badan. Pemberiannya setiap hari selama seminggu dan diulang setiap 4—6 minggu. Perlakuan ini hanya untuk bola rambut yang masih kecil. Bila bola rambut sudah besar, mengatasinya harus dengan pembedahan.
h. Pengelupasan kulit kaki
Bila lantai kandang terbuat dari bahan kasar, biasanya tapak kaki depan menjadi lunak dan mudah terkelupas sehingga dapat menjadi luka. Jika hal ini dibiarkan, luka akan sampai jaringan otot, bahkan tulang.
Untuk mengobatinya, dapat diberikan antibiotika sistemik maupun topikal pada luka. Di samping itu, kaki yang terkelupas dibalut dengan kain kasa yang agak tebal. Proses penyembuhannya memang agak lama.
i. Kelengar panas (stres panas)
Kelinci memerlukan suhu lingkungan 27—29° C dan kelembapan relatif 70%. Bila berlebihan, kelinci dapat menderita kelengar panas yang gejalanya antara lain telinga menjadi kemerahan, air liur keluar berlebihan, lemah, tidak mau bergerak, terengah-engah, kebingungan, dan kejang. Bila keadaan ini tidak segera diketahui maka kelinci dapat mati kepanasan.
Bila musim panas, kandang kelinci dipindahkan ke tempat teduh sebagai upaya pencegahan. Bila sudah menderita kelengar panas, kelinci perlu dikeluarkan dari kandang dan kedua telinganya disemprotkan air dingin.
j. Tumor atau kanker rahim
Tumor atau kanker rahim sering ditemukan pada kelinci. Gejalanya antara lain kemandulan, sering keguguran, atau mati dalam kandungan; anaknya kecil kalaupun melahirkan; serta pendarahan di luar musim kawin. Secara klinis, tumor atau kanker ini hanya dapat diketahui melalui autopsi. Untuk mencegahnya, sebaiknya kelinci peliharaan disterilisasi saja saat berumur 5—6 bulan.
F. Membiakkan Kelinci
Tanda-tanda jantan sedang berahi:
  • — agresif
  • suka menggigit
  • suka menandai tempat dengan air kencing
Tanda-tanda betina sedang berahi:
  • - agresif
  • - suka menyerang sesamanya
Kelinci jantan mulai dewasa kelamin umur 6—10 bulan, sedangkan betina umur 5—9 bulan. Masa bunting betina antara 29—35 hari, umumnya 31—32 hari. Jumlah anak kelinci dalam satu kelahiran dapat mencapai 4—10 ekor.
Sebagai hewan kesayangan, kelinci umumnya tidak ditujukan untuk dikembangbiakkan. Malahan kalau kelinci kesayangannya beranak banyak, pemeliharanya sering kebingungan dibuatnya. Berdasarkan alasan tersebut sangat dianjurkan agar kelinci dioperasi sterilisasi, baik jantan maupun betina. Operasi sterilisasi sebaiknya sudah dilakukan saat kelinci berumur 5—6 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau ada penyayang kelinci ingin membiakkannya.
Sedapat mungkin anak-anak kelinci jangan diganggu atau diusik walaupun penampilannya lucu dan lembut. Bila anaknya diusik maka naluri induk untuk melindungi anaknya menjadi berlebihan sampai-sampai tidak sempat makan dan minum. Akibatnya air susu induknya kurang sehingga anaknya menderita malnutrisi. Air susu yang terus diisap anaknya walaupun sebenarnya tidak ada lagi dapat menyebabkan kelenjar susu induknya meradang yang disebut mastitis.
Induk kelinci mempunyai kebiasaan menyusui anak-anaknya hanya 3—5 menit setiap hari dan dilakukannya saat pagi-pagi sekali. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman pemelihara yang mengira induk kelincinya tidak bersedia menyusui anak-anaknya.
Bila induk melahirkan anak begitu banyak, misalnya 10 ekor sekaligus, maka anak-anaknya memerlukan air susu lebih banyak. Air susu tersebut mungkin tidak tercukupi induknya. Dalam keadaan demikian barulah pemelihara ikut campur mengatasinya, yaitu dengan memberikan susu tambahan kepada anak-anak kelinci.
Jumat, 26 Agustus 2011 0 komentar

Budidaya Kelinci

Kelinci merupakan salah satu hewan peliharaan yang lucu tampilannya, namun pemeliharaan kelinci tak semudah kelihatannya, kadangkala kelinci bisa mati mendadak. Dalam membudidayakan kelinci kita memerlukan induk kelinci yang berkualitas untuk mendapatkan anak kelinci yang berkualitas juga.
Kandang kelinci harus disesuaikan dengan ukuran kelinci yang akan di budidayakan, minimal kandang untuk budidaya adalah 50 x 80 x 50 cm. usahakan bagian lantai kandang dari bambu jangan dari kawat, kandang tertutup rapat sehingga tikus tidak bisa masuk.
Perkawinan kelinci dapat dilakukan apabila kelinci jantan sudah berumur 8 bulan lebih dan kelinci betina berumur 6 bulan lebih, untuk betina dapat diketahui masa birahinya dengan melihat alat reproduksinya. apabila kelihatan lebih merah dari biasanya maka betina sudah siap dikawinkan, jangan sampai terlewatkan masa birahinya, apabila terlewatkan maka betinanya akan lebih agresif terhadap jantan.
Satu bulan lamanya betina kelinci mengandung, sebelum memasuki masa kelahirannya minimal tiga hari sebelum melahirkan sipkan bok kayu ukuran 40 x40 x 10 cm sebagai tempat melahirkan.
anak kelinci
Sebelum melahirkan induk kelinci akan membuat sarang pada bok yang sudah disiapkan dengan cara mencabuti sebagian bulu bulunya,biasanya kelinci melahirkan antara 5 sampai 12 ekor, setelah melahirkan induk kelinci akan memakan bali dari anaknya tersebut, maka jangan sampai balinya jatuh kebawah kandang, induknya akan menjadi gelisah karena belum memakan bali dari anaknya. setelah berumur satu bulan anak kelinci dapat dipisahkan dari induknya, induk kelinci istirahatkan  selama satu minggu atau sampai masa birahinya datang kembali.
Faktor yang menyebabkan kematian induk dan anak
1. pemberian  pakan pelet terlalu banyak terhadap induk akan menyebabkan bayi kelinci susah keluar yang mengakibatkan anak dan induk mati.
2. Induk kelinci masih muda / tidak berpengalaman dalam menyusui.
3. Hama tikus dan kucing.
4. Cuaca dingin atau angin.
Posted by: sabre | April 7, 2010

Pemburu Kelinci

Wah..Kelinci per ekor harganya Rp 500..Murah. kalau saja benar harganya begitu murah mungkin banyak petani yang menjual kandangnya juga karena kelincinya habis terjual. harga Rp 500 per ekor rupanya keuntungan yang di dapat oleh para pemburu kelinci dari hasil penjuallanya ke para bandar, setelah mereka membelinya dari petani. Itulah sebagian kecil cerita di balik lucunya wajah kelinci yang anda miliki sekarang.
Pagi pagi ia sudah pergi meninggalkan rumah dan keluarganya untuk berburu kelinci ke para peternak kelinci yang berada di sekitar lembang, memang lembang sudah terkenal sebagai pencetak kelinci hias yang unggul, ia pergi mencari untuk memenuhi pesanan khusus ataupun hanya untuk rutunitas saja.
Pada musim  banjir order kadangkala ia harus mendapatkan lebih dari seratus anakan sehari untuk di kirimkan ke luar lembang, ia harus mendapatkan harga yang murah dari para petani karena para bandar sudah menetapkan patokan harga untuk semua jenis kelinci.Tidak peduli cuaca panas atau hujan ia harus mendapatkannya demi keluarga di rumah.
Dilihat dari rantai penjualan kelinci yang pasti mendapatkan keuntungan besar adalah para breeder papan atas, sebagai saran anda lakukan pemesanan kepada breeder, terus hitung indukan yang produktip, mungkin anda akan bertanya tanya kenapa anak kelinci yang ada di tempat itu selalu available padahal setiap hari anakan kelinci selalu ada yang terjual…? jawabanya, ada pada para pemburu kelinci ini. ah tidak penting untuk di pikirkan juga.
 
;