Tampilkan postingan dengan label kacer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kacer. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 September 2011 0 komentar

instan kacer juara

SOLUSINYA ,hindari jawara instan
Kacer jenis kicau yang banyak di lombakan .mulai dari latber hingga lomba berskala besar .di daerah kalimantan ,panitia bisa membuka 5 atau 6 dalam sebuah lomba..
Lomba burung kacer ini banyak peminaty.biasa y panitia membuka 3 kelas dalam satu even ,minimal 2 kelas ,dengan peserta relatif banyak ...
Sedangkan di latber 2 yang ada kelas ini termaksuk kelas favorit .peserta y minim35 peserta artinya ,kelas ini sudah membumi ke semua kicaumania tanah air...
Kedati menjadi partai yang banyak diikuti konstituen , kacer menjadi salah satu kelas memiliki tingkat kerumitan dalam hal mestabilkan performa . bahkan banyak kicaumania sudah memasuki fase memusingkan dalam merawat jenis ini .pasaly ,memilih  dari anakan hingga jagoan di lapangan sangat rumit .sering kita mendapatkan jagoan di lapangan ,tapi begitu ganti pemilik burung tak mau tampil maksimal lagi....
Burung yang mempunyai  tingkat petarung atau fighter tinggi pun belum tentu stabil, padahal kacer tersebut sudah memiliki jam terbang relatif  kita membeli burung yang jelas 2 sudah memiliki rangkin atau jam terbang yang lama belum tentu burung tersebut bisa tampil maksimal ..seperti gambar ini.
Mungkinkah si perawat memang sengaja masih menyimpan rahasia setelan burung yang tersembunyikan ?
Paling aman memang membeli setelah mengamati berkali 2 .jadi kita melihat lomba kacer jadi paham kalau ada burung bagus dan prospek,..
Karakter burung kendang kala memang harus di cari sendiri dengan telaten untuk menemukan setelan .setelan dari perawat lama kadang kala tak akurat .hanya bisa dijadikan panduan bukan untuk acuan .”kita memang harus rajin mengamati karakter ,dan kemudian ketemu setelannya .tidak selalu mudah tapi saya juga tak mengatakan sulit ,”
Semua burung kacer memiliki karakter berbeda 2.misaly lama penjemuran ,eksra fooding ,beda 2 .itu semua memang memang tergantung bagaimana kita melakukan hubungan yang intens,sehinga akhiry tahu setelan si burung tersebut ..
Sabtu, 17 September 2011 0 komentar

BURUNG KACER (KACER POCI/KOCI – KACER HITAM)


Saya ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca tentang cara memilih burung kacer yang punya mental tanding yang hebat. Ciri-ciri burung kacer yang hebat menurut pengalaman saya ada beberapa point yang harus diperhatikan dan dicermati. Bahkan mungkin, ciri-ciri yang akan saya kemukakan juga berlaku pada burung-burung tertentu. Sebelum saya jelaskan ciri-ciri tersebut, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis burung kacer yang ada di pasaran.

A. BURUNG KACER LOKAL

lokal


Sebutan "Kacer Lokal" mungkin berawal dari pulau jawa karena burung kacer jenis ini memang hidup di daratan pulau jawa terutama wilayah bagian timur. Ciri khas jenis ini adalah mempunyai warna bulu hitam pekat di sekujur tubuh dan garis putih pada sayap serta ekornya. Harga di pasaran terkenal lebih mahal karena populasi burung jenis ini mulai punah bahkan sangat sulit ditemukan lagi.
Habitat asli burung ini sebenarnya berada di wilayah pedesaan atau dekat dengan perkampungan penduduk. Karena terus diburu dan ditangkap, kini mulai jarang terlihat. Kemungkinan besar bermigrasi ke hutan yang jauh dari jangkauan manusia.

B. BURUNG KACER TASIK.

kacer Tasik


Berdasarkan namanya, kemungkinan jenis ini berasal dari wilayah jawa bagian barat. Ciri khas jenis ini hampir sama dengan jenis lokal.Yang membedakan adalah warna totol-totol putih pada bagian di bawah ekor. Dan biasanya mempunyai nilai jual lebih murah daripada jenis lokal.

C. BURUNG KACER LAMPUNG DAN KALIMANTAN.
kacer Lampung

Sesuai dengan namanya, jenis ini memang berasal dari pulau sumatera dan kalimantan. Ciri khas antara kacer lampung dan kalimantan hampir sama, yaitu mempunyai bulu warna putih dibagian bawah mulai dari pangkal ekor hingga bagian dada. Yang membedakan antara sumatera dan kalimantan yaitu warna putih kacer lamping sebatas dada agak ke bawah sedang kacer kalimantan hingga pangkal leher. Ciri lain masih sama dengan kacer pada umumnya, dominasi warna hitam serta garis putih pada sayap dan ekor.

Ciri-ciri burung kacer yang punya mental tanding a.l :
1. Pada bagian kepala agak memanjang dengan bagian belakang membentuk sudut ( tidak bulat seperti burung merpati ). Jika anda menemui kacer yang berkepala bulat seperti merpati biasanya burung tersebut bego dan tidak bisa dijadikan "gaco".
2. Paruh yang tampak lurus atau sejajar dengan garis kepala bagian atas ( tidak "nyakil" = naik ke atas seperti buto cakil ). Jika anda menemui kacer semacam ini, dipastikan kacer tersebut berani tanding walaupun masih liar.
3. Terakhir, memiliki postur tubuh yang memanjang dan berdiri tegap.

Itulah ciri-ciri burung kacer yang pantas dijadikan "jago" untuk event lomba burung.
Demikian tips dari saya, semoga menambah wawasan bagi anda penggemar/ hobiis burung kicauan.
0 komentar

Tips Bila Kacer Anda Terlalu Birahi

Menurut para pakar burung kacer bahwa kcer yang terlalu birahi akan mengurangi penampilannya ketika di lombakan. Ciri-ciri kacer yang terlalu birahi yaitu sering bergerak ke samping sangkar sambil mematuki sangkar (ngeruji) atau biasanya bertingkah tapi tidak bunyi sama sekali (mbagong/mbedesi).

Tips untuk mengurangi birahi pada Kacer kesayangan Anda yaitu dengan merubah pola perawatan, yaitu porsi mandi ditambah porsi jemur dikurangi porsi tenggar ditambah untuk masalah porsi EF bisa dikurangi secara bertahap dari kebiasaan, misalnya porsi jangkrik bisa dikurangi tiap hari 1 ekor sampai kondisi birahi kacer kelihatan berkurang dan tentunya pengurangan porsi jangkrik harus dihentikan, untuk porsi pemberian kroto untuk sementara bisa dihentikan. Jika penampilannya masih tetap kurang maksimal, bisa dicoba pemberian menu jangkrik dihentikan dan menu wajibnya diganti kroto dimulai dari porsi paling sedikit kemudian ditambah secara bertahap. Biasanya cara ini cukup manjur dan sudah banyak terbukti oleh para mania kacer.


Untuk kacer yang kondisinya terlalu birahi sementara waktu diistirahatkan/ diasingkan itu lebih baik, dan kalau bisa dimasukkan kandang umbaran dengan mengontrol porsi EF nya sampai kondisi kelihatan normal kembali, dan bisa dicoba latihan jangan dilombakan dulu karena untuk menangani kacer (mbagong/mbedesi) dibutuhkan ekstra kesabaran bagi perawatnya. Menurut petuah dari Mbahnya Mania Kacer “ kalau ingin kacer jagoan anda Berjaya kembali, maka bersabarlah menghadapi kacer (mbedesi/mbagong) niscaya kacer jagoan anda akan kembali Berjaya “ kalau tidak sabar bukan kejayaan yang kita dapat, bisa-bisa kacer jagoan kita akan pindah tangan dan tentunya kita akan kesulitan cari gantinya, ya nggak .... !!!
6 komentar

UNTUK MENGANTISIPASI AGAR KACER TROTOLAN YANG KITA HARAPKAN TIDAK MEMBALON



Untuk mengantisipasi agar kacer trotolan yang kita harapkan tidak membalon, ada 3 faktor yang harus kita jaga yaitu :

1. Jangan mendekatkan kacer tersebut dengan kacer betina, bila Anda mempunyai kacer betina, Anda dapat menjauhkan atau mengkrodong kacer jantan Anda agar tidak melihat sang betina. Selain menjaga birahi, kacer jantan tersebut bisa sekalian dimaster dengan lengkingan betina, umumnya lengkingan betina lebih keras.
...



Banyak teman yang bertanya mengenai mengapa kacer mereka mbagong (nguda laut) atau berbunyi ciirrr…cirrr…sembari menekuk kepala dan memekarkan bulu.
Pertanyaan itu pernah disampaikan teman kita juga di blog ini:
“Mas,mau tanya lagi dong.. saya baru dapat kacer Jawa Barat , Suara tebel abis,bikin kuping pengeng. Sering saya umbar. Pagi2 pas saya keluar kan berbarengan dgn AK , kacer langsung ngebagong. Aapakah kacer saya takut pada Anis Kembang? AK-nya memang sudah ngeplong dan ngerol..bagaimana cara menghilangkan ngebagong kacer tersebut?
Jawab saya waktu itu adalah:
Bisa jadi kacer Om mbagong karena ketemu AK. Hanya saja barangkali bukan itu penyebab mutlaknya. Sebab pada dasarnya kacer mbagong atau tidak, itu sangat kondisional.
Sebelum saya tunjukkan mengenai tempat saya pernah membicarakan soal kacer mbagong, saya ingin mengomentari mengenai umbaran untuk kacer…. Selama ini saya masih punya keyakinan berdasar pengalaman bahwa umbaran itu tidak bagus untuk burung lomba.
Soal kacer mbagong, memang rata2 kacer so pasti mbagong. Hanya saja munculnya karakter itu antara satu kacer dengan yang lainnjya berbeda-beda. Hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental kacer pada saat itu.
Rata-rata kacer yang jawara pun pernah mbagong. Jadi, harus ada semacam catatan pada kacer kita, dalam kondisi apa dan penyebab apa kacer itu biasanya mbagong dan dalam kondisi seperti yang tidak mbagong jika ketemua kacer lain. Dengan mengetahui itu, kita bisa menekan semaksimal mungkin agar kacer tidak mbagong kalau ditarungkan.
Dalam persoalan mbagong dan tidak mbagong ini, bahkan saya berani mengatakan bahwa “tidak ada kacer yang tidak pernah mbagong”.
Saya sangat setuju dengan tulisan rekan LinduAji di forum kicaumania. Dia menulis seperti ini:
1.Kebanyakan kacer PASTI bagong dan itu tidak dapat dipungkiri karena itu bawaan dari alamnya.Saya berani jamin dah burung2 kacer yang bagus2 di lapangan lomba sepintas memang tidak bagong tapi coba dilihat sehari2 nya mesti dia akan sempat bagong cuman yang terpenting adalah perawatan dan penguncian di lapangan yang harus ekstra ketat.
2.Burung Kacer bagong ada berbagai penyebabnya:
a> segi bawaan:ada burung emang dari segi bawaan emang dia udah sering bagong jadi dari segi ini burung sudah tidak harapan untuk dibuat lomba ato untuk dipoles lagi karena akan menuai hasil yg tidak bagus.saran nya jual aja ke pasar.
b> segi perawatan:dari segi ini apakah kita sudah benar dalam hal perawatannya,misalnya mandi ,jemur plus ekastra foodingnya. Kebanyakan kacer bagong karena dari segi perawatannya emang udah salah.Kacer itu burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto itu sedikit aja kalo nggak sekali selang waktu 2 hari, itu bertujuan meredam hawa birahi yang berlebihan karena sifat dr burung kacer adalah fighter ,sehingga diharapkan dalam pemberian kroto selang 2 hari ini agar burung tetap fit dilapangan alias tidak gembos di tengah jalan.Saran saya ,burung kacer itu lebih baiknya di fooding jangkrik aja sekitar 10 sampai 20 sehari karena didalam tubuh jangkrik itu bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
Dapat dibuktikan burung yang kebanyakn ekstra kroto sama jangkrik itu dapat kita lihat jelas sekali perbedaan nya,burung kroto pasti terlalu birahi dan kebanyak bagong kalo burung jangkrik mesti power nya dahsyat dan burung diem diplangkringan alias anteng tapi kerja and tidak gembos.
Masalah mandi cukup sehari sekali karena kalo burung kebanyak mandi seperti kacer akan mengundang birahi bagong nya karena si burung akan sering “didis” (merawat bulunya) sewaktu kita jemur.
Penjemuran untuk kacer itu relatif terhgantung burungnya,kalo burung bakalan mau kita jemur lama sih gpp karena bertujuaan unutk pembentukan badan dan melatih nafas agar tidak mudah terserang penyakit,kalo burung jadi maksimal penjemuran sekitar 3 jam itu udah sangat 2 cukup,dengan alasan burung jadi itu tidak usah lama2 dijemur karena nanti kalo pas dilapangan akan cepat abis tenaganya alias gembos tengah jalan,mangkanya kita banyak2 kerodong dia agar banyak istirahat.agar nantinya vit di lapangan.

KACER SUSAH MABUNG
Mas Duto, saya mo tanya nih. Saya punya kacer yang sudah 2 th tidak mau mabung2 sehingga bulu sudah pecah2. Saya sudah lakukan treatment yang bermacam-macam tp hasilnya nihil. Terakhir saya semprot pake cairan perontok buatan pabrik sampai habis 1 botol + perbanyak ulat hongkong, kurangi EF jangkrik + stop mandi + kerodong full. Ternyata sudah 2 minggu ini tidak membuahkan hasil
1 komentar

Lagi-lagi kacer mbagong


Banyak teman yang bertanya mengenai mengapa kacer mereka mbagong (nguda laut) atau berbunyi ciirrr…cirrr…sembari menekuk kepala dan memekarkan bulu.
Pertanyaan itu pernah disampaikan teman kita juga di blog ini:
“Mas,mau tanya lagi dong.. saya baru dapat kacer Jawa Barat , Suara tebel abis,bikin  kuping pengeng. Sering saya umbar. Pagi2 pas saya keluar kan berbarengan dgn AK , kacer langsung ngebagong. Aapakah kacer saya takut pada Anis Kembang? AK-nya memang sudah ngeplong dan ngerol..bagaimana cara menghilangkan ngebagong kacer tersebut?
Jawab saya waktu itu adalah:
Bisa jadi kacer Om mbagong karena ketemu AK. Hanya saja barangkali bukan itu penyebab mutlaknya. Sebab pada dasarnya kacer mbagong atau tidak, itu sangat kondisional.
Sebelum saya tunjukkan mengenai tempat saya pernah membicarakan soal kacer mbagong, saya ingin mengomentari mengenai umbaran untuk kacer…. Selama ini saya masih punya keyakinan berdasar pengalaman bahwa umbaran itu tidak bagus untuk burung lomba.
Soal kacer mbagong, memang rata2 kacer so pasti mbagong. Hanya saja munculnya karakter itu antara satu kacer dengan yang lainnjya berbeda-beda. Hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental kacer pada saat itu.
Rata-rata kacer yang jawara pun pernah mbagong. Jadi, harus ada semacam catatan pada kacer kita, dalam kondisi apa dan penyebab apa kacer itu biasanya mbagong dan dalam kondisi seperti yang tidak mbagong jika ketemua kacer lain. Dengan mengetahui itu, kita bisa menekan semaksimal mungkin agar kacer tidak mbagong kalau ditarungkan.
Dalam persoalan mbagong dan tidak mbagong ini, bahkan saya berani mengatakan bahwa “tidak ada kacer yang tidak pernah mbagong”.
Saya sangat setuju dengan tulisan rekan LinduAji di forum kicaumania. Dia menulis seperti ini:
1. Kebanyakan kacer PASTI bagong dan itu tidak dapat dipungkiri karena itu bawaan dari alamnya. Saya berani jamin dah burung-burung kacer yang bagus-bagus di lapangan lomba sepintas memang tidak bagong tapi coba dilihat sehari-harinya mesti dia akan sempat bagong cuman yang terpenting adalah perawatan dan penguncian di lapangan yang harus ekstra ketat.
2. Burung Kacer bagong ada berbagai penyebabnya:
a. Segi bawaan: ada burung memang dari segi bawaan dia sudah sering bagong jadi dari segi ini burung sudah tidak harapan untuk dibuat lomba atau untuk dipoles lagi karena akan menuai hasil yang tidak bagus. Sarannya jual saja ke pasar.
b. Segi perawatan: dari segi ini apakah kita sudah benar dalam hal perawatannya, misalnya mandi, jemur plus ekstra foodingnya. Kebanyakan kacer bagong karena dari segi perawatannya memang sudah salah. Kacer itu burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto itu sedikit saja atau kalau tidak sekali selang waktu dua hari; itu bertujuan meredam hawa birahi yang berlebihan karena sifat dari burung kacer adalah fighter, sehingga diharapkan dalam pemberian kroto selang dua hari ini agar burung tetap fit di lapangan alias tidak gembos di tengah jalan. Saran saya, burung kacer itu lebih baiknya difooding jangkrik saja sekitar 10 sampai 20 sehari karena di dalam tubuh jangkrik itu bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
Dapat dibuktikan burung (dalam hal ini kacer) yang kebanyakan ekstra kroto sama jangkrik itu dapat kita lihat jelas sekali perbedaannya. Burung kroto pasti terlalu birahi dan kebanyakan bagong kalo burung jangkrik mesti powernya dahsyat dan burung diam di plangkringan alias anteng tapi kerja dan tidak gembos.
Masalah mandi cukup sehari sekali karena kalau burung kebanyak mandi seperti kacer akan mengundang birahi bagongnya karena si burung akan sering “didis” (merawat bulunya) sewaktu kita jemur.
Penjemuran untuk kacer itu relatif tergantung burungnya. Kalau burung bakalan mau kita jemur lama sih tidak apa-apa karena bertujuaan untuk pembentukan badan dan melatih nafas agar tidak mudah terserang penyakit. Kalau burung jadi, maksimal penjemuran sekitar tiga jam itu sudah sangat cukup, dengan alasan burung jadi itu tidak perlu lama-lama dijemur karena nanti kalau pas di lapangan akan cepat habis tenaganya alias gembos tengah jalan. Makanya kita banyak-banyak kerodong dia agar banyak istirahat. Supaya nantinya fit di lapangan.atau

Mandi pasir untuk burung, fungsi dan tata caranya


Burung sedang mandi pasir (Sumber Foto: gearlog.com)
Pernah mendengar istilah mandi pasir untuk burung? Misalnya mandi pasir untuk terapi kacer mbagong atau nguda laut atau kacer mbalon? Kalau belum, ya sekarang ini Anda sedang membaca salah satu artikel yang membahas masalah mandi pasir.
Pernah Anda melihat ayam yang sedang mandi di kubangan debu? Nah itulah sebenarnya apa yang kita maksud dengan mandi pasir. Dengan demikian, apa yang disebut mandi pasir hanya masalah istilah. Sebab yang bisa digunakan untuk mandi bisa pasir bisa juga tanah.
Selain ayam, beberapa jenis unggas dan burung juga suka mandi pasir atau mandi tanah yang dalam bahasa Jawa disebut “kipu”. Burung perkutut, derkuku, atau burung branjangan, adalah contoh-contoh burung dan/atau unggas yang biasa mandi pasir.
Untuk Anda ketahui saja, burung yang biasa mandi pasir, biasanya berumur panjang. Burung branjangan, dengan perawatan standar dan diberi tanah untuk mandi, umumnya bisa berumur sampai belasan tahun, atau bahkan lebih dari 20 tahun. Pertanyaannya, apa hubungan antara mandi pasir dengan umur panjang?
Pada saat burung mandi pasir, sebenarnya dia juga mematuki sejumlah mineral yang diperlukan oleh tubuh. Yang disebut mineral ini, yang sangat berguna untuk burung, antara lain adalah calcium, phosphor, iron (besi), manganase, iodium, cuprum, zinccum, magnesium, sodium dan kalium.
Mineral sesungguhnya adalah salah satu pembentuk utama tubuh makhluk hidup. Mineral ini membantu proses kimia dan elektrik yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses-proses kimia dan elektrik hanya akan berfungsi dengan benar apabila keseimbangan mineral yang sesuai diberikan pada sistem. Dalam hal ini bisa dicontohkan zat besi untuk darah, belerang untuk otot, kalsium untuk tulang, dan banyak lainnya yang secara umum memberikan kelancaran fungsional tubuh makhluk hidup.
Mineral juga dibutuhkan untuk pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Meskipun vitamin begitu penting, vitamin tidak dapat melakukan apa-apa untuk makhluk hidup tanpa mineral.
Dengan cara mandi pasir inilah burung branjangan mendapatkan mineral yang mereka butuhkan. Dalam kasus lain, burung perkutut yang diberi totok (kerangka/tulang) sotong atau cumi-cumi, juga mendapatkan mineral dari tulang cumi itu. Inilah salah satu penyebab mengapa burung perkutut yang dipelihara di sangkar juga bisa berumur bahkan sampai puluhan tahun.
Burung apa saja yang perlu mandi pasir dan mengapa?
Sebenarnya semua burung perlu mandi pasir. Artinya, semua burung memang perlu mendapatkan mineral. Burung-burung yang tidak suka mandi pasir di alam aselinya, mereka mendapatkan mineral dari tanah yang ikut terangkut ketika burung makan makanan yang tergeletak di tanah, atau ketika dengan sengaja mereka mengorek-ngorek tanah untuk mendapatkan cacing dan sebagainya.
Demikian pula halnya dengan burung-burung yang kita pelihara di dalam sangkar. Mereka memerlukan mandi pasir, mereka perlu mandi tanah untuk mendapatkan mineral. Masalahnya adalah tidak semua burung suka mandi pasir lagi pula pasir atau tanah seperti apa yang harus kita gunakan.
Jika burung Anda kurang mineral, maka manifestasinya bisa macam-macam. Antara lain burung berulah (kalau kacer misalnya mudah mbagong, nguda laut atau mbalon atau uter/puther-Jawa; untuk cucak ijo misalnya kurang ngentrok atau kurang njambul). Burung yang kurang mineral atau defisiensi mineral akan menunjukkan gejala seperti rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh), perosis (tumit bengkak), anak burung yang menetas cacat, urat keting (tendo), terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah, pucat dan lemah. Dan hal yang paling sering juga bulu burung mudah patah sehabis mabung, tidak berkilau alias kusam.
Sedangkan untuk burung indukan di penangkaran tidak segera bertelur, telur gagal, atau produktivitas telur sedikit, daya tetas rendah, terjadi banyak kematian embrio dan sebagainya.
Tanah yang digunakan dan cara penggunaan
Kalau Anda mencari tanah yang akan Anda gunakan untuk memandikan burung, maka berikut ini beberapa tips-nya:
  1. Jangan menggunakan pasir karena butiran pasir sangat keras dan tajam yang bisa merusak bulu burung.
  2. Cari tanah yang bebas mikroba dan pestisida. Jika Anda tidak bisa memastikan tanah yang bagus dan bersih, Anda bisa menggunakan bubukan batu bata yang disaring. Cari saja batu bata yang empuk jangan yang keras karena meski disaring, bubukan bata yang keras bisa juga merusak bulu burung seperti halnya pasir.
  3. Pastikan Anda menggunakan tanah yang mengandung banyak mineral. Jika Anda tidak bisa mendapatkannya, maka cukup Anda mendapatkan bubukan bata kemudian dicampur dengan Bird Mineral secukupnya. Apa itu Bird Mineral? Bird mineral adalah salah satu produk kesehatan burung yang di dalamnya terdapat calcium, phosphor, iron (besi), manganase, iodium, cuprum, zinccum, magnesium, sodium, kalium, vitamin B12 dan vitamin D3. Untuk mengetahui apa itu Bird Mineral, anda bisa membacanya di sini.
  4. Isi bak karamba burung dengan tanah yang sudah Anda campur dengan Bird Mineral tersebut dan masukkan burung ke dalamnya seperti kalau Anda sedang memandikan burung. Beberapa burung akan mau melakukan kipu atau mandi pasir, sedangkan yang lainnya tidak. Untuk hal ini, memang perlu dilatih secara telaten dan sabar.
  5. Khusus untuk burung branjangan ataupun perkutut, tanah yang sudah tercampur dengan Bird Mineral bisa digunakan sebagai dasar sangkar seperti yang biasa kita gunakan untuk burung branjangan dan bisa diganti sepekan sekali dengan campuran yang baru.
  6. Untuk burung di penangkaran, bak pasir / tanah bisa diletakkan di dalam kandang penangkaran.
Kalau burung Anda tidak mau mandi pasir atau Anda tidak telaten dan sabar melatihnya agar mau mandi pasir, Anda bisa saja langsung memberikan Bird Mineral dengan cara mencampurnya ke dalam voer atau kroto (untuk burung yang mau makan kroto). Yang penting dalam hal ini adalah memastikan burung mendapatkan mineral yang tepat, pas dan terukur.
Dengan membiasakan burung mandi pasir/ tanah, maka Anda sudah memastikan burung Anda memiliki bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi dengan tingkat kematian embrio yang rendah.
0 komentar

Tips merawat kacer

KacerJantan 4
Burung kacer merupakan salah satu jenis burung yang cukup banyak peminatnya. Hal ini karena kicauannya yang indah, warna bulu yang kontras dan perawatannya cukup mudah. Namun ada satu masalah yang sering timbul, yaitu mbedhesi/ mbagong / kuda laut. Berikut tips2 untuk mengatasinya.
Mbagong/mbedhesi/nangkur/kuda laut dll itu istilah untuk satu jenis penyakitnya kacer. Membentuk seperti kuda laut, bulu berdiri (merinding) disertai bunyi “ter… Ter…ter… ” biasanya sifat ini akan muncul jika kacer melihat lawan, denger suara burung lain, dsb.
Kebanyakan kacer pasti bagong dan itu tidak dapat dipungkiri karena itu bawaan dari alamnya.saya berani jamin dah burung2 kacer yang bagus2 dilapangan lomba sepintas emang tidak bagong tapi coba dilihat sehari2 nya mesti dia akan sempat bagong cuman yang terpenting adalah perawatan dan penguncian di lapangan yang harus ekstra ketat.
Burung kacer bagong ada berbagai penyebabnya:
a> segi bawaan:ada burung emang dari segi bawaan emang dia udah sering bagong jadi dari segi ini burung sudah tidak harapan untuk dibuat lomba ato untuk dipoles lagi karena akan menuai hasil yg tidak bagus.saran nya jual aja ke pasar.
b>segi perawatan:dari segi ini apakah kita sudah benar dalam hal perawatannya,misalnya mandi ,jemur plus ekastra foodingnya. Kebanyakan kacer bagong karena dari segi perawatannya emang udah salah.kacer itu burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto itu sedikit aja kalo nggak sekali selang waktu 2 hari, itu bertujuan meredam hawa birahi yang berlebihan karena sifat dr burung kacer adalah fighter ,sehingga diharapkan dalam pemberian kroto selang 2 hari ini agar burung tetap fit dilapangan alias tidak gembos di tengah jalan.saran saya ,burung kacer itu lebih baiknya di fooding jangkrik aja sekitar 10 sampai 20 sehari karena didalam tubuh jangkrik itu bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
Dapat dibuktikan burung yang kebanyakan ekstra kroto sama jangkrik itu dapat kita lihat jelas sekali perbedaan nya,burung kroto pasti terlalu birahi dan kebanyak bagong kalo burung jangkrik mesti power nya dahsyat dan burung diem diplangkringan alias anteng tapi kerja and tidak gembos. Masalah mandi cukup sehari sekali karena kalo burung kebanyak mandi seperti kacer akan mengundang birahi bagong nya karena si burung akan sering “didis” (merawat bulunya) sewaktu kita jemur. Penjemuran untuk kacer itu relatif terhgantung burungnya,kalo burung bakalan mau kita jemur lama sih gpp karena bertujuaan unutk pembentukan badan dan melatih nafas agar tidak mudah terserang penyakit,kalo burung jadi maksimal penjemuran sekitar 3 jam itu udah sangat 2 cukup,dengan alasan burung jadi itu tidak usah lama2 dijemur karena nanti kalo pas dilapangan akan cepat abis tenaganya alias gembos tengah jalan,mangkanya kita banyak2 kerodong dia agar banyak istirahat.agar nantinya vit di lapangan.
Suara kicauan burung kacer
Cara mengatasi kacer mbagong
Cara mengatasi kacer mbagong / mbedhesi (jawa) / kuda laut dengan prinsip seperti temen saya juga bilang “kurangi rasa birahi”, yaitu dengan:
1. Kurangi / hilangkan sementara pemberian extra-fooding nya, alias berikan dia makanan sehari-hari dengan voor saja.
2. Perbanyak jam gantang di terik matahari dan tungguin jangan sampai dia lemes (entar mati…kasihan khan..)
3. Kurangi mandi (kalo perlu seminggu sekali enggak pa-pa, spt khasus milik saya)
4. Tambahkan tetes vitamin di air minumnya (sesuai aturan dikemasan) 5. Setelah bagong / bedhes nya hilang baru kita kasih ef-nya dikit-dikit, jangan terlalu banyak bisa cepet kambuh lagi tuh..,
Kacer mbagong itu ada yang gampang sembuhnya ada pula yg amat-2 sulit untuk disembuhkan, coba tempel sesama kacer sdh jalan lagi sampai akhir tanpa mbagong.
Kesimpulan saya, klau kacer dasarnya tidak mbagong kita pulihkan dgn memperbaiki mentalnya ( menjauhkan burung-2 yg dia takuti, dan kita buat dia senyaman mungkin pada perawatan hariannya) akan pulih lebih cepat. Lain lagi bila kacer kita sdh mbagong dari sononya waduh saya sdh lebih dari 10 korbannya belum juga bisa sembuh,
tips
ciri-2 kacer yg tidak gampang mbagong, biasanya itu burung agak lincah / kesit ( tidak jinak ) dan tidak usah pakai dimainkan tangan untuk perawatannya spy tidak jadi kolokan.
Sebaiknya perawatan burung itu jangan terlalu berlebih,kita stel saja dalam kondisi
1.kondisi harian:
dalam hal ini perawatan ditujukan untuk harian saja,semisal kalo harian itu dia suka dikasih 10 pagi 10 sore,ya kalo udah setelan nya gt masak mau dirubah lagi.iya sih sih burung kenceng kerjanya tapi kan sayang skalo burung kenceng ndak ada musuh nya ntar jd rusak tuh burung.
2.kondisi lomba:
ini yang wajib dicermati,karena kondisi ini si burung harus betul2 prima dan jos di lapangan.maka dari itu yang biasanya si burung dikasih 10 biji 2kali sehari maka menunya berubah menjadi 2 kal lipatnya alias 20 pagi sore.dan itu harus ditambah 5 biji sebelum turun ke lapangan kontes itu akan membuat si burung menjadi kenceng.dengan catatan itu dalam kondisi normal perawatnnya. And full kerodong.
Anda juga bida coba mengatasi kacer mbangong / mballon/ mbedhesi (jawa) dengan cara istilahnya dikembalikan kesuasana alamnya untuk burung kacer tersebut menjadi siap lomba kembali dengan cara :
1. Menjauhkan dari burung-burung lain yang sedang gacor alias disendirikan.
2. Dimasukan kekandang umbaran yang dibuat dasarnya langsung ketanah, kurung umbarannya dibuat dari strimin, dan dibuat seperti dialamnya.
3. Kalau tidak mempunyai tempat umbaran cukup full kerodong saja kandangnya, walaupun dalam posisi penjemuran.
4. Tempat bak mandinya dikasih pasir yang sudah dicuci bersih, supaya seperti dialamnya kembali dengan syarat dijaga kebersihannya setelah dipakai untuk mandi burung kita.
5. Selama penyembuhan jangan dikasih ef cukup pur saja.
6. Dalam pemberian pada minuman tetap selalu diberikan vitamin, supaya kondisinya tetap prima.
Semua itu dilakukan selama 1 (satu) bulan, dan setelah itu baru diberikan lagi ef dengan cara sedikit demi sedikit sampai pada posisi maksimal selama 1 (satu) bulan dan setelah diyakini siap lomba barulah burung kesayangan kita dilombakan kembali untuk merebut sang juara.
kacer 2
kacer 3
0 komentar

Memilih Kacer yang Bagus & Perawatannya

1. Memilih Anakan Kacer & Membedakan AK Jantan – Betina Untuk mendapatkan AK yang berkelamin jantan, ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan patokan. Pertama, pilihlah AK yang matanya besar dan menonjol. Patokan kedua adalah dengan mengamati cara AK berdiri. Pilih yang berdiri dengan tegak. Ketiga, carilah AK yang bentuk paruhnya tebal dan lancip seperti bentuk buah belimbing (AK seperti ini diyakini mempunyai suara yang keras). Keempat, sebaiknya cari body AK yang bentuknya panjang. dan bentuk kepala datar (papak). Kelima, warna bulu. AK yang berkelamin jantan diyakini mempunyai warna yang lebih tegas dan gelap dibanding warna bulu pada betina. Terakhir, kalau kita sudah terbiasa melihat dan membandingkan AK jantan dengan AK betina, maka akan terlihat dengan jelas bahwa body AK betina cenderung bulat (dari bagian antara leher dengan dada hingga perut membentuk huruf “C”) sedangkan AK jantan lebih rata. Satu hal lagi berdasarkan pengalaman saya, carilah AK yang warna bulu putih dikedua pipinya lebih sedikit. AK seperti ini biasanya mental tempurnya lebih bagus. Semua criteria diatas hanya berlaku untuk AK yang belum bunyi, baik ngeriwik maupun ngeplong.

2. Tips Dasar Perawatan Burung
Bagi yang sering online di web www.kicaumania.org tentu tidak asing dengan pertanyaan berikut jika ada burung rekannya yang moncer di arena lomba, “share dong perawatannya”. Lantas rekan yang burungnya moncer pun membeberkan “rahasia” perawatan burungnya hingga bisa berjaya di arena lomba. Syukur kalau ada yang menjelaskannya secara detail. Yang sering terjadi adalah jawaban klasik berupa mandi, jemur dan pemberian EF (Extra Fooding) secara teratur
Pertanyaannya, apakah dengan dibongkarnya rahasia perawatan sang juara lantas burung kita bisa ikut-ikutan moncer jika rahasia tersebut diterapkan ke “jagoan” kita? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Mengapa demikian? Jawabannya adalah setiap burung mempunyai karakter, suara, gaya, dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Sepertinya hampir semua penghobi burung sudah mengetahui akan hal tersebut. Lantas, kira-kira perawatan seperti apa yang cocok untuk jagoan kita supaya bisa moncer dilapangan ? Faktor apa saja yang menjadi penentu? Sedikit tips berikut mungkin bisa berguna dalam memelihara burung sehingga diharapkan kita memiliki dasar dalam merawat “jagoan” kita.

3. Tips Bila Kacer Anda Terlalu Birahi
Menurut para pakar Burung Kacer bahwa Kacer yang terlalu birahi akan mengurangi penampilannya ketika di lomba. Ciri-ciri Kacer yang terlalu birahi yaitu sering bergerak ke samping sangkar sambil mematuki sangkar atau biasanya bertingkah tapi tidak mengoceh sama sekali. Pada burung Kacer yang terlalu birahi jangan diberikan extra fooding jangkrik karena pemberian kroto saja sudah dirasakan cukup. Kroto banyak mengandung protein atau zat yang meningkatkan hormon progesteron dan estrogen yaitu hormon dalam tubuh yang mampu memacu birahi burung tersebut.
Tips untuk mengurangi birahi pada Kacer kesayangan Anda yaitu dengan merubah pola perawatan terutama dalam hal pemberian pakan. Cobalah tips ini : Mulai hari senin sampai dengan hari jum’at berilah voer yang berkualitas merk boleh apa saja. Kemudian menjelang lomba berika menu khusus yaitu kroto. Jika penampilannya masih tetap membandel cukup dibalik saja yaitu : senin hingga jum’at berikan kroto secukupnya kemudian menjelang lomba atau latihan berilah voer berkualitas. Biasanya cara ini cukup manjur dan sudah banyak terbukti oleh para mania kacer.
Dalam kasus seperti ini proses penjemuran tidak terlalu berpengaruh. Jadi untuk penjemuran waktunya biasa saja (tetap)
Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menjadi masukan untuk Anda khususnya kicau mania yang memiliki burung Kacer.
4. Mempersiapkan Kacer Untuk Lomba
Disamping pemberian pakan utama dan pakan tambahan seperti Voer dan Extra Fooding(jangkrik,ulat hongkong,ulat bambu), pemberian multivitamin dan mineral juga sangat penting. Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam skala sangat kecil sekali, tetapi apabila kebutuhan akan hal ini tidak terpenuhi, akan berakibat fatal; Misalnya: gampang terserang penyakit, kelumpuhan, sakit yang berkepanjangan dan menyebabkan kelainan yang menyimpang.
Pilihlah multivitamin dan mineral yang memang sudah di format dan dikemas khusus untuk burung.
Berikan dosisnya secara tepat dan bijaksana kepada burung secara rutin pada setiap interval waktu tertentu.
Kita sering mendengar istilah "stelan" dalam pola perawatan dan pakan burung berkicau, stelan disini bisa kita analogikan seperti kita meng-adjust karburator sepeda motor milik kita. Agar karburator sepeda motor tersebut dapat berfungsi secara optimal, diperlukan pasokan bensin, pengapian pada busi dan udara pada ruang bakar yang seimbang.
Apabila stelan ketiga unsur tadi bisa tepat dan seimbang, maka karburator tersebut akan bekerja secara optimal. Kembali kedunia burung berkicau, kita bisa mengibaratkan pakan utama dan extra fooding (EF) adalah bensin, mandi adalah udara dan pengapiannya adalah jemur dan pengumbaran. Maka dari itu, kenali dan pahamilah tipe karburator (burung milik anda) agar bisa menyetelnya menjadi optimal dengan mudah.
0 komentar

kacer hitam

Kacer mempunyai nama ilmiah Copsychus saularis termasuk dalam phylum chordata, ordo passeriformes, family muscicapidae, genus copsychus. Habitat asli burung yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Magpie Robin/Oriental Magpie Robin/Straits Robin ini adalah daerah hutan terbuka, kebun dekat pemukiman penduduk. Burung ini lebih menyukai area terbuka di pinggiran hutan dibandingkan dengan di dalam hutan yang lebat. Meskipun menyukai daerah terbuka, namun belum pernah ada keterangan yang menyebutkan mereka juga hidup di daerah dekat laut/pantai.

Secara umum burung ini mempunyai ukuran panjang tubuh sampai 19 cm jika diukur dari ujung paruh sampai ujung ekor. Kacer jantan dewasa mempunyai warna bulu bagian kepala dan atas berwarna hitam mengkilat, sementara pada sebagian sayap mulai dari bahu sampai ujung sayap sebagian berwarna putih. Untuk jenis poci/sekoci pada bagian bawah dada sampai ke ujung ekor bagian bawah bewarna putih, sedangkan untuk yang jenis jawa timur berwarna hitam. Pada betina didominasi warna abu-abu cenderung kusam. Sedangkan pada burung jantan muda warna bulu pada bagian atas dan kepala masih terdapat warna coklat.

Berikut ini adalah gambar Kacer jantan dan betina :

Kacer Jantan


Kacer Betina


Kacer Dada Hitam Jantan


Kacer Dada Hitam Betina



Makanan utama burung ini adalah serangga, namun adakalanya mereka memangsa cacing dan kadang-kadang juga memakan buah-buahan, bahkan ada Kacer yang juga mengkonsumsi madu. Kacer yang dipelihara selain mengkonsumsi EF (Extra Fooding) seperti jangkrik, ulat, kroto (telur semut) dan belalang, juga mengkonsumsi pakan khusus burung buatan pabrik yang disebut voer / pur.

Kacer umunya mengalami musim kawin antara bulan Januari sampai Juni. Sang jantan akan memikat betinanya dengan nyanyian dan tariannya yang menawan. Mereka biasa membuat sarang dari rumput, daun serta dahan kering, juga dari akar-akaran dan lumut. Sarang mereka berbentuk seperti cawan. Mereka membuat sarangnya bisa dimana saja, seperti pada semak belukar, dahan pohon yang tidak terlalu tinggi, rongga / lubang pohon tua bahkan dekat dengan permukiman penduduk, seperti di atap – atap rumah. Sang betina akan bertelur sebanyak 3 – 5 butir. Pengeraman dilakukan oleh sang betina.

Kacer termasuk jenis burung yang cakupan penyebarannya cukup luas. Mereka bisa ditemukan di India/Bangladesh, Malaysia, Philipina bahkan sampai ke Pulau Jawa, terutama di Provinsi Jawa Timur. Secara umum masyarakat Indonesia mengenal dua jenis Kacer, yakni jenis Kacer berdada putih yang lebih dikenal dengan nama Kacer Sekoci/Poci dan Kacer dada hitam (seluruh bodi berwarna hitam, kecuali di bagian sayap ada sedikit warna putih) yang dikenal sebagai Kacer Jawa Timur. Secara umum kedua jenis Kacer tersebut mempunyai karakteristik suara yang hampir sama. Perbedaannya Kacer Jawa Timur volume suara lebih tebal namun Kacer dada putih mempunyai kelebihan dalam hal variasi nyanyian.


KACER SANG ENTERTAINER JEMPOLAN
Kacer adalah jenis burung yang merupakan entertainer jempolan. Penampilannya yang berwarna hitam legam dengan warna putih pada sayap dan dada sampai ekor serta mempunyai paruh yang tajam, kerap dianggap sebagai kembaran dari Murai Batu. Badannya yang relatif langsing memungkinkannya bergerak lincah sambil bersiul dan memainkan ekornya.

Masyarakat Indonesia senang memelihara Kacer dikarenakan burung ini relatif mudah dalam pemeliharaannya. Kacer biasa dipelihara untuk lomba ataupun hanya sekedar dijadikan klangenan / hobi semata. Namun akhir-akhhir ini sudah banyak para penangkar lokal yang telah berhasil melakukan menangkarkan Kacer. Mereka tertarik untuk menangkarkankan jenis burung ini karena relatif mudah dan juga mempunyai prospek bisnis yang cukup menjanjikan, selain itu juga didasari oleh rasa kesadaran akan pentingnya memelihara kelangsungan hidup jenis burung yang satu ini.

Tabiat Kacer yang suka meniru suara burung lain, membuat para pecinta Kacer sering melakukan pengisian suara jenis burung yang lain yang sesuai dengan karakterisitiknya. Proses pengisian suara ini dalam istilah perburungan sering disebut memaster. Pemasteran banyak dilakukan untuk jenis burung yang dilombakan maupun rumahan (klangenan – hobi – red).


MOTIVASI MEMELIHARA KACER

1. Sebagai klangenan
Perlakuan Kacer sebagai klangenan / hobi tidaklah terlalu sulit. Perawatan standar terhadap burung ini adalah seperti mandi dan jemur secukupnya. Penjemuran bisa dilakukan mulai jam 06.30/07.00 sampai dengan jam 11.00, tergantung kondisi. Kemudian berikan EF (extra fooding) secukupnya. EF yang diberikan bisa berupa jangkrik, kroto, belalang, ulat hongkong, ulat bambu, ikan kecil dan cacing atau kadang-kadang juga buah-buahan, karena ada beberapa Kacer yang menyukai buah-buahan. Adapun komposisinya bisa di atur seperti di bawah ini.
a. Jangkrik : diberikan pagi dan sore sebanyak 3 – 5 ekor ukuran sedang/besar.
b. Kroto : cukup diberikan dua kali dalam seminggu dengan takaran 1 sdm
c. UH/UB : dalam seminggu mungkin pemberian jenis makanan ini cukup satu minggu satu kali saja, dengan jumlah 2-3 ekor saja, karena ulat ini sifatnya akan menaikkan suhu tubuh.
d. Belalang juga bisa diberikan sebagai selingan, mengingat jenis EF satu ini sangat sulit didapat di perkotaan.
e. Untuk ikan kecil dan cacing sangat jarang diberikan kepada Kacer, pemberian ikan kecil harus memperhatikan struktur tulang dari ikan tsb, sebaiknya jangan diberikan jenis ikan yang mempunyai banyak tulang / duri yang keras, seperti ikan mujair, nila, gurami. Para penggemar Kacer suka memberikan jenis ikan guppy atau platty sebagai makanan selingan. Ikan ini berguna sebagai sumber kalsium. Sedangkan cacing biasa digunakan untuk menurunkan birahi Kacer, seperti halnya pemberian UH.
f. Buah-buahan bisa diberikan dalam porsi yang sedikit, karena burung ini tidak terlalu menyukai buah-buahan.

2. Untuk lomba
Ada perlakuan khusus bagi Kacer yang ditujukan untuk ikut dalam kontes/lomba yang tentunya berbeda jauh apabila dibandingkan dengan Kacer yang hanya dipelihara untuk sekedar hobi.

Ada lima aspek yang harus diperhatikan oleh para pemilik Kacer atau burung pada umunya jika mereka ingin membawa peliharaannya dalam sebuah kontes/lomba. Kelima aspek tersebut dirangkum dalam konsep 5 W dan 1 H, yakni : who, why, what, when, where dan how.

WHO
Aspek who yang pertama adalah dengan mengetahui siapa burung kita. Dalam hal ini kita harus benar-benar paham siapa sebenarnya burung kita itu. Pertanyaannya adalah, apakah burung kita itu sudah benar-benar siap bertarung dengan burung lain, atau bagaimana pengalamannya selama ini jika dipertemukan (di trek – red) dengan burung lain. Jika kita sudah mengetahui dan yakin maka bolehlah kita melakukan beberapa persiapan untuk lomba.

Salah satu syarat utama burung itu bisa ikut dalam lomba adalah kesiapan burung, terutama dari segi kesehatan fisik, artinya kondisi burung harus fit, sehat 100 persen. Ini ditandai dengan bulu berwarna cerah dan mengkilat tidak kusam. Bulu juga harus yang sudah cukup tua, jika burung baru selesai mabung (ganti bulu) tunggu sampai bulu tumbuh dengan optimal (kira-kira 2 bulan setelah mabung).

Aspek who yang kedua adalah dengan mengetahui dan mengenal siapa lawan kita. Apa saja kekuatan mereka.

WHY
Kita perlu menanyakan kepada diri kita sendiri, kenapa kita ingin mengikuti lomba, apa tujuan kita, apakah kita ingin menggapai predikat juara, atau hanya sekedar sight seeing melihat-lihat dan mengukur kemampuan lawan. Jika hal kedua yang ingin kita tuju, yakni hanya sebagai ajang uji coba buat gacoan kita, maka sebaiknya tahapan latber terlebih dahulu yang harus kita ikuti, jika sudah cukup teruji dalam event latber maka bolehlah kita mencoba di ajang yang lebih tinggi dan ketat persaingannya yang tentunya dengan diimbangi peningkatan kekuatan senjata andalan gacoan kita agar tidak mengecewakan nantinya.

WHAT
Setelah mengenal siapa kita dan calon lawan-lawan kita, serta mengapa kita mengikuti suatu event lomba, maka yang perlu diperhatikan adalah, jenis seperti apakah lomba yang akan kita hadapi ini. Apakah skala regional, atau bahkan nasional, atau mungkin dengan skala yang lebih kecil lagi, kesemuanya itu perlu kita ketahui untuk mengenal dan mengukur kemampuan diri dan calon lawan. Selain untuk mengetahui calon lawan, juga untuk memprediksi bagaimana kelak lomba dan proses penilaian akan berjalan, karena tidak jarang event lomba menghadirkan juri yang kurang bisa menjunjung obyektifitas, namun banyak juga juri yang tidak akan silau oleh penampilan fisik. Event besar biasanya lebih fair dalam hal penilaian, namun bukan berarti event kecil tidak demikian. Intinya adalah dalam setiap event sangat diperlukan kesiapan fisik dan mental serta kewaspadaan kita dan tidak lupa rasa sportifitas dalam berlomba.

WHERE
Dalam aspek where ini perlu diketahui mengenai lokasi lomba, di manakah lomba yang akan kita ikuti ini akan dilaksanakan. Kita harus bisa memperhitungkan waktu tempuh dari rumah menuju lokasi lomba, jika dirasa perjalanannya sangat memakan waktu, misalnya lebih dari 2 jam perjalan, maka ada baiknya kita datang ke kota tempat lomba akan diselenggarakan satu hari lebih awal, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi burung yang akan dilombakan agar tidak kelelahan.

Selain itu kita juga harus memahami karakteristik tempat lomba. Hal ini sangat penting karena jika kita tidak mengenal “medan peperangan” tempat kita akan “bertempur” maka pihak lawanlah yang akan mendapatkan keuntungan. Dengan mengetahui karakteristik tempat lomba, maka kita bisa mempersiapkan burung kita dengan lebih baik lagi.

WHEN
Pertanyaan selanjutnya adalah kapan lomba itu akan dilaksanakan. Maksud dari pertanyaan ini adalah kita harus memperhatikan kondisi cuaca pada saat lomba. Jika kita mengetahui kapan lomba akan dilaksanakan, maka kita perlu melakukan beberapa antisipasi agar tidak mengganggu “kerja” gacoan kita. Misalkan lomba akan dilaksanakan pada saat musim angin kencang, maka kita perlu memikirkan bagaimana agar sangkar tidak mempengaruhi sang gacoan yang sedang berlomba. Kita barangkali bisa mengantisipasinya dengan menggunakan sangkar yang berat atau diberi pemberat pada bagian bawahnya, agar sangkar tidak berayun terlalu kencang. Kemudian sangkar dibuat sedemikian rupa agar kotoran maupun daun-daun kering tidak masuk kedalam sangkar sehingga tidak menjadi barang mainan burung kita yang justru akan mengganggu. Selain itu yakinkan bahwa alas kotoran burung dilepas sehingga tidak akan menimbulkan masalah.

HOW
Setelah 5W kita kuasai, maka aspek yang terakhir adalah bagaimana kita mempersiapkan burung kita untuk mengikuti lomba, yakni mulai dari bagaimana mengatur pola makannya sampai bagaimana kita bersikap pada saat lomba.

Untuk pola makan ada beberapa perlakuan menjelang lomba, meskipun hal ini belum tentu dapat diterapkan kepada semua jenis burung, namun paling tidak bisa menjadi gambaran bagaimana seharusnya perlakuan terhadap burung yang akan diikutsertakan dalam perlombaan.

Salah satu contoh perlakuan Kacer sebelum lomba adalah sbb :
1. Menjelang lomba sebaiknya Kacer tidak dipertemukan secara langsung dengan burung yang mempunyai sifat bertarung seperti Murai Batu dan Tledekan, karena biasanya Kacer akan terpancing untuk bertarung mengeluarkan kemampuannya bernyanyi. Hal ini tidak menguntungkan, karena dikhawatirkan Kacer akan kehilangan tenaga saat turun lomba.
2. Setelah dimandikan, baik pagi maupun sore, Kacer dimasukkan ke dalam sangkar umbaran, yakni sangkar besar, biasanya berukuran panjang 100 – 120 cm. Kegunaan dari sangkar umbaran ini adalah untuk melatih stamina dan pernafasan si Kacer, agar bisa tampil prima saat lomba. Namun perlu diingat bahwa hanya Kacer yang benar-benar sehat saja yang boleh diumbar, jika tidak maka hasil yang diperoleh justru akan sebaliknya.
3. Lakukan penjemuran yang cukup, tapi tetap harus diperhatikan kondisi burung, jangan sampai terlalu lama yang justru akan berakibat pada turunnya kesehatan Kacer. Pada dua hari menjelang lomba, penjemuran hanya dilakukan sebentar saja, selebihnya Kacer digantang, diangin-anginkan ditempat teduh sebentar dan dikerodong. Hal tersebut dimaksudkan agar stamina dan kesehatan Kacer bisa dijaga sampai saat lomba.
4. Penambahan EF pada satu minggu menjelang lomba, dengan aturan sbb. :
a. Senin : Jangkrik pagi 5 ekor, sore 5 ekor
b. Selasa : Jangkrik pagi 6 ekor, sore 6 ekor
c. Rabu : Jangkrik pagi 7 ekor, sore 7 ekor dan ulat hongkong 3 ekor
d. Kamis : Jangkrik pagi 8 ekor, sore 8 ekor dan ulat hongkong 3 ekor. Pindahkan ke sangkar khusus lomba
e. Jumat dan Sabtu : Jangkrik pagi 8 ekor, sore 8 ekor dan ulat hongkong 3 ekor
f. Minggu (hari perlombaan) : Jangkrik pagi 5 ekor, sore 5 ekor dan ulat hongkong 3 ekor. Pemberian EF kembali ke settingan awal dimaksudkan untuk menghindari sang Kacer terlalu birahi sehingga bisa menghindari Kacer hanya lompat sana sini saat lomba atau pun hanya diam saja (mbagong).

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat lomba yakni :
1. Jangan tinggalkan makanan dalam sangkar kecuali air untuk minum.
2. Jangan berteriak saat lomba sedang berlangsung
3. Jangan tinggalkan burung di arena lomba tanpa pengawasan
4. Jangan gantang sangkar di sembarang tempat dan waspadai serangga pengganggu seperti semut.

Jika Kacer anda baru pertama kali mengikuti lomba/latber, ada baiknya sebelum turun arena, sang Kacer anda latih tanding/ditrek/diuntul dengan Kacer yang kemampuannya anda yakin ada di bawahnya, hal ini dimaksudkan untuk memancing naluri tandingnya/birahi agar mau mengadu kemampuan suaranya. Pada saat turun di tempat lomba sebaiknya Kacer anda jangan langsung digantang dekat arena, tapi gantang dulu di tempat yang agak jauh dan masih dikerodong namun jangan lupakan pengawasannya.

Kacer Mbagong/Stress
Kacer yang diikutkan lomba kadang-kadang performanya tidak sesuai dengan keinginan kita atau bahkan macet tidak mau mengeluarkan suara sama sekali, hal yang lebih buruk lagi bisa terjadi seperti Kacer Mbagong/Mbedesi/Nguda Laut atau stress. Mbagong ini adalah kondisi Kacer yang macet tidak mau bunyi ditandai dengan perilaku Kacer yang hanya diam saja dan bentuk tubuhnya akan berbentuk mirip bola atau kuda laut. Penyebabnya bisa karena belum terbiasa mengikuti ajang lomba atau karena tenaga/powernya yang kurang. Untuk menangani Kacer yang mbagong ini agak sulit karena treatment yang dilakukan belum tentu bisa diterapkan pada Kacer yang lainnya. Perlu adanya semacam riset atau percobaan perawatan dan analisa serta pengamatan yang intensif. Misalnya dengan pengurangan porsi EF dan proses mandi serta jemur yang teratur. Bahkan ada pemilik Kacer yang memandikan Kacernya pada malam hari. Mbagong ini juga bisa diatasi dengan seringnya membawa Kacer kita ke arena latber, dengan maksud agar sang burung terbiasa dengan kondisi lomba.

Penanganan Kacer stress juga bisa dilakukan dengan mandi pasir. Yakni Kacer dibiarkan berkipu, mandi pasir seperti sering kita lihat pada ayam dan burung dara. Pasir bagi Kacer berguna untuk menurunkan tingkat suhu tubuhnya, dan jika butiran pasir itu dimakan oleh sang Kacer, maka hal tersebut dapat membantu proses pencernaan. Ada trik yang biasa digunakan agar Kacer mau mandi pasir, yakni dengan tidak memandikannya selama beberapa hari, atau kita coba letakkan beberapa ekor jangkrik atau ulat kandang (bukan ulat hongkong) di pasir, diharapkan dengan adanya EF di pasir sang Kacer mau turun untuk mandi pasir. Perlu diwaspadai jangan sampai sangkar Kacer terbalik. Lakukan hal ini dua atau tiga hari sekali.
Cara lain adalah dengan melakukan perawatan sbb. :
1. Mandikan Kacer lalu berikan jangkrik lima ekor, kemudian jemur kira-kira sampai jam 11.00 tanpa diberikan makanan dan air minum. Hal ini dilakukan sekaligus untuk menambah ketebalan suara.
2. Setelah dijemur, gantang ditempat teduh dan diangin-anginkan, setelah agak lama masukkan voer, biarkan dia makan, air minum jangan diberikan dulu. Hal ini dimaksudkan agar lendir terbawa masuk saat dia makan.
3. Lima belas menit kemudian masukkan air madu kira-kira sebanyak setengah tempat minumnya. Biarkan sampai habis, baru kemudian ganti dengan air biasa.
4. Sore hari kembali dimandikan, lalu beri lima ekor jangkrik kemudian dikerodong agar Kacer bisa istirahat.
5. Berikan kroto kira-kira satu sendok teh dan diberikan setiap empat hari sekali.

Lakukan hal tersebut di atas setiap hari selama kurang lebih satu sampai dua minggu sambil diamati perkembangannya.
Kamis, 15 September 2011 0 komentar

Cara memilih bahan burung kacer yang baik


Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung kacer.
  • Jika pilihan untuk kicauan, tentunya yang berkelamin jantan, dengan ciri warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik..
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal. 
0 komentar

KACER SANG ENTERTAINER JEMPOLAN

Di kelas campuran lokal, eksistensi kacer (Copsychus saularis) boleh dikata cukup dominan. Penampialnnya yang hitam legam dengan variasi putih di bagian sayap dan ekor, serta paruh panjangnya yang tajam, menjadikan burung ini kerap dianggap sebagai duplikatnya murai. Badannya yang relatif lebih langsing, memungkinkan kacer bergerak lincah. Pada saat berkicau sering bergaya ala badut, menunggingkan ekor, sementara suaranya yang tajam melengking seakan musik pengiring gerakannya yang lucu. Kacer adalah entertain yang jempolan. Kalau ingin, kapan pun burung ini akan ngoceh. Tak peduli siang atau malam, panas atawa dingin. Peduli amat. Pokoknya kalau keinginan itu datang, ngocehlah…Kacer termasuk anggota turdidae. Tidak aneh kalau disebut padanan murai, sebab keduanya memang saling berkerabat. Dalam fam ini, umumnya suka pamer diri. Kalau nyecrek sambil menari. Banyak ditemukan di daerah Jawatimur. Tetapi secara luas penyebaran unggas yang juga dijuluki kucica ini sebenarnya sangat luas. Selain di sebagaian besar Pulau Jawa, juga banyak terdapat di Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Bahkan di bebe-rapa negara seperti Cina, Filipina dan India pun ada. Makanan utamanya adalah serangga. Ciri paling menonjol, kicauannya selalu bernada riang, dan demen menirukan suara burung lain.
Bagaimana agar kacer bisa benar-benar tampil sebagai entertain yang jempol? Dibanding burung sejenis, mencetak kacer kaliber jawara relatif lebih mudah. Burung ini termasuk ‘cerdas’ dan bermental juara. Sebaiknya, pemeliharan dilakukan sejak piyik. Selain lebih mudah memilih bakalan yang baik, pemeliharaan sejak kecil juga membuat kacer menjadi jinak. Sehingga, kelak jika hendak dimaster tidak repot lagi. Hendaknya dipilih kacer jantan bila menghendaki suara maksimal. Membedakan kacer jantan dan betina tidak sulit. Bisa dengan cara meneliti warna bulunya. Yang jantan hitamnya lebih pekat dan mengkilap. Sedang yang betina agak kusam dengan bintik-bintik putih. Memang tengara model begini susah dilakukan ketika kacer masih piyik. Paling kita hanya bisa memprediksi dari volume suaranya. Yang lebih keras biasanya jantan.
Setelah mendapatkan anakan yang dikehendaki, proses berikutnya adalah menjaga stamina. Ini sangat penting, karena hanya dengan stamina prima kacer lebih gampang dilatih. Tetapi masalah pakan tidak kalah perlu diperhatikan. Pastikan kacer tidak kekurangan protein, vitamin dan mineral. Kacer juga membutuhkan extra fooding. Yang paling disukai kroto, jangkrik, dan ulat pisang. Kebanyakan burung ocehan gemar mandi. Begitu pun kacer. Tak ada salahnya setiap hari burung dimandikan, dengan catatan kondisinya normal. Artinya burung dalam keadaan sehat dan cuaca tidak sedang dingin (hujan). Karena sehabis mandi biasanya burung suka berjemur di bawah sinar matahari. Setiap saat burung perlu dikontrol, guna memastikan tubuhnya tidak diserang virus, jamur atau parasit. Kutu bulu paling sering menyerang. Menghindarinya, saat memandikan campurkan antiseptik pada air. Bila perawatan dilakukan secara baik dan rutin, kemungkinan kacer yang dipiara sejak piyik, dari bakalan yang baik, akan segera menunjukkan jatidirinya sebagai burung jawara.(minggu-online)
              burunglokal.blogspot.com
0 komentar

kacer karakter


BURUNG

BURUNG KACER MERUPAKAN SALAH SATU JENIS BURUNG YANG CUKUP BANYAK PEMINATNYA. HAL INI KARENA KICAUANNYA YANG INDAH, WARNA BULU YANG KONTRAS DAN PERAWATANNYA CUKUP MUDAH. NAMUN ADA SATU MASALAH YANG SERING TIMBUL, YAITU MBEDHESI/ MBAGONG / KUDA LAUT. BERIKUT TIPS2 UNTUK MENGATASINYA.

BURUNG KACER

MBAGONG/MBEDHESI/NANGKUR DLL ITU ISTILAH UNTUK SATU JENIS PENYAKITNYA KACER. MEMBENTUK SEPERTI KUDA LAUT, BULU BERDIRI (MERINDING) DISERTAI BUNYI "TER... TER...TER... " BIASANYA SIFAT INI AKAN MUNCUL JIKA KACER MELIHAT LAWAN, DENGER SUARA BURUNG LAIN, DSB.
KEBANYAKAN KACER PASTI BAGONG DAN ITU TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI KARENA ITU BAWAAN DARI ALAMNYA.SAYA BERANI JAMIN DAH BURUNG2 KACER YANG BAGUS2 DILAPANGAN LOMBA SEPINTAS EMANG TIDAK BAGONG TAPI COBA DILIHAT SEHARI2 NYA MESTI DIA AKAN SEMPAT BAGONG CUMAN YANG TERPENTING ADALAH PERAWATAN DAN PENGUNCIAN DI LAPANGAN YANG HARUS EKSTRA KETAT.
BURUNG KACER BAGONG ADA BERBAGAI PENYEBABNYA:
A> SEGI BAWAAN:ADA BURUNG EMANG DARI SEGI BAWAAN EMANG DIA UDAH SERING BAGONG JADI DARI SEGI INI BURUNG SUDAH TIDAK HARAPAN UNTUK DIBUAT LOMBA ATO UNTUK DIPOLES LAGI KARENA AKAN MENUAI HASIL YG TIDAK BAGUS.SARAN NYA JUAL AJA KE PASAR.

B> SEGI PERAWATAN:DARI SEGI INI APAKAH KITA SUDAH BENAR DALAM HAL PERAWATANNYA,MISALNYA MANDI ,JEMUR PLUS EKASTRA FOODINGNYA. KEBANYAKAN KACER BAGONG KARENA DARI SEGI PERAWATANNYA EMANG UDAH SALAH.KACER ITU BURUNG YANG SUKA PANAS MAKA PEMBERIAN PAKAN SEPERTI KROTO ITU SEDIKIT AJA KALO NGGAK SEKALI SELANG WAKTU 2 HARI, ITU BERTUJUAN MEREDAM HAWA BIRAHI YANG BERLEBIHAN KARENA SIFAT DR BURUNG KACER ADALAH FIGHTER ,SEHINGGA DIHARAPKAN DALAM PEMBERIAN KROTO SELANG 2 HARI INI AGAR BURUNG TETAP FIT DILAPANGAN ALIAS TIDAK GEMBOS DI TENGAH JALAN.SARAN SAYA ,BURUNG KACER ITU LEBIH BAIKNYA DI FOODING JANGKRIK AJA SEKITAR 10 SAMPAI 20 SEHARI KARENA DIDALAM TUBUH JANGKRIK ITU BERSIFAT DINGIN DAN LEBIH BERPOTENSI UNTUK MENJERIHKAN SUARA PLUS POWER. DAPAT DIBUKTIKAN BURUNG YANG KEBANYAKN EKSTRA KROTO SAMA JANGKRIK ITU DAPAT KITA LIHAT JELAS SEKALI PERBEDAAN NYA,BURUNG KROTO PASTI TERLALU BIRAHI DAN KEBANYAK BAGONG KALO BURUNG JANGKRIK MESTI POWER NYA DAHSYAT DAN BURUNG DIEM DIPLANGKRINGAN ALIAS ANTENG TAPI KERJA AND TIDAK GEMBOS. MASALAH MANDI CUKUP SEHARI SEKALI KARENA KALO BURUNG KEBANYAK MANDI SEPERTI KACER AKAN MENGUNDANG BIRAHI BAGONG NYA KARENA SI BURUNG AKAN SERING "DIDIS" (MERAWAT BULUNYA) SEWAKTU KITA JEMUR. PENJEMURAN UNTUK KACER ITU RELATIF TERHGANTUNG BURUNGNYA,KALO BURUNG BAKALAN MAU KITA JEMUR LAMA SIH GPP KARENA BERTUJUAAN UNUTK PEMBENTUKAN BADAN DAN MELATIH NAFAS AGAR TIDAK MUDAH TERSERANG PENYAKIT,KALO BURUNG JADI MAKSIMAL PENJEMURAN SEKITAR 3 JAM ITU UDAH SANGAT 2 CUKUP,DENGAN ALASAN BURUNG JADI ITU TIDAK USAH LAMA2 DIJEMUR KARENA NANTI KALO PAS DILAPANGAN AKAN CEPAT ABIS TENAGANYA ALIAS GEMBOS TENGAH JALAN,MANGKANYA KITA BANYAK2 KERODONG DIA AGAR BANYAK ISTIRAHAT.AGAR NANTINYA VIT DI LAPANGAN.
UNTUK MENGHILANGKAN / MENGURANGI KACER MBANGONG / MBEDHESI (JAWA) DENGAN PRINSIP SEPERTI TEMEN SAYA JUGA BILANG "KURANGI RASA BIRAHI", YAITU DENGAN:
1. KURANGI / HILANGKAN SEMENTARA PEMBERIAN EXTRA-FOODING NYA, ALIAS BERIKAN DIA MAKANAN SEHARI-HARI DENGAN VOOR SAJA.
2. PERBANYAK JAM GANTANG DI TERIK MATAHARI DAN TUNGGUIN JANGAN SAMPAI DIA LEMES (ENTAR MATI...KASIHAN KHAN..)
3. KURANGI MANDI (KALO PERLU SEMINGGU SEKALI ENGGAK PA-PA, SPT KHASUS MILIK SAYA)
4. TAMBAHKAN TETES VITAMIN DI AIR MINUMNYA (SESUAI ATURAN DIKEMASAN)
5. SETELAH BAGONG / BEDHES NYA HILANG BARU KITA KASIH EF-NYA DIKIT-DIKIT, JANGAN TERLALU BANYAK BISA CEPET KAMBUH LAGI TUH..,
KACER MBAGONG ITU ADA YANG GAMPANG SEMBUHNYA ADA PULA YG AMAT-2 SULIT UNTUK DISEMBUHKAN, COBA TEMPEL SESAMA KACER SDH JALAN LAGI SAMPAI AKHIR TANPA MBAGONG. KESIMPULAN SAYA, KLAU KACER DASARNYA TIDAK MBAGONG KITA PULIHKAN DGN MEMPERBAIKI MENTALNYA ( MENJAUHKAN BURUNG-2 YG DIA TAKUTI, DAN KITA BUAT DIA SENYAMAN MUNGKIN PADA PERAWATAN HARIANNYA) AKAN PULIH LEBIH CEPAT. LAIN LAGI BILA KACER KITA SDH MBAGONG DARI SONONYA WADUH SAYA SDH LEBIH DARI 10 KORBANNYA BELUM JUGA BISA SEMBUH, TIP CIRI-2 KACER YG TIDAK GAMPANG MBAGONG, BIASANYA ITU BURUNG AGAK LINCAH / KESIT ( TIDAK JINAK ) DAN TIDAK USAH PAKAI DIMAINKAN TANGAN UNTUK PERAWATANNYA SPY TIDAK JADI KOLOKAN.
SEBAIKNYA PERAWATAN BURUNG ITU JANGAN TERLALU BERLEBIH,KITA STEL SAJA DALAM KONDISI
1. KONDISI HARIAN: DALAM HAL INI PERAWATAN DITUJUKAN UNTUK HARIAN SAJA,SEMISAL KALO HARIAN ITU DIA SUKA DIKASIH 10 PAGI 10 SORE,YA KALO UDAH SETELAN NYA GT MASAK MAU DIRUBAH LAGI.IYA SIH SIH BURUNG KENCENG KERJANYA TAPI KAN SAYANG SKALO BURUNG KENCENG NDAK ADA MUSUH NYA NTAR JD RUSAK TUH BURUNG.
2. KONDISI LOMBA: INI YANG WAJIB DICERMATI,KARENA KONDISI INI SI BURUNG HARUS BETUL2 PRIMA DAN JOS DI LAPANGAN.MAKA DARI ITU YANG BIASANYA SI BURUNG DIKASIH 10 BIJI 2KALI SEHARI MAKA MENUNYA BERUBAH MENJADI 2 KAL LIPATNYA ALIAS 20 PAGI SORE.DAN ITU HARUS DITAMBAH 5 BIJI SEBELUM TURUN KE LAPANGAN KONTES ITU AKAN MEMBUAT SI BURUNG MENJADI KENCENG.DENGAN CATATAN ITU DALAM KONDISI NORMAL PERAWATNNYA. AND FULL KERODONG.
ANDA JUGA BIDA COBA MENGATASI KACER MBANGONG / MBALLON/ MBEDHESI (JAWA) DENGAN CARA ISTILAHNYA DIKEMBALIKAN KESUASANA ALAMNYA UNTUK BURUNG KACER TERSEBUT MENJADI SIAP LOMBA KEMBALI DENGAN CARA :
1. MENJAUHKAN DARI BURUNG-BURUNG LAIN YANG SEDANG GACOR ALIAS DISENDIRIKAN.
2. DIMASUKAN KEKANDANG UMBARAN YANG DIBUAT DASARNYA LANGSUNG KETANAH, KURUNG UMBARANNYA DIBUAT DARI STRIMIN, DAN DIBUAT SEPERTI DIALAMNYA.
3. KALAU TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT UMBARAN CUKUP FULL KERODONG SAJA KANDANGNYA, WALAUPUN DALAM POSISI PENJEMURAN.
4. TEMPAT BAK MANDINYA DIKASIH PASIR YANG SUDAH DICUCI BERSIH, SUPAYA SEPERTI DIALAMNYA KEMBALI DENGAN SYARAT DIJAGA KEBERSIHANNYA SETELAH DIPAKAI UNTUK MANDI BURUNG KITA.
5. SELAMA PENYEMBUHAN JANGAN DIKASIH EF CUKUP PUR SAJA.
6. DALAM PEMBERIAN PADA MINUMAN TETAP SELALU DIBERIKAN VITAMIN, SUPAYA KONDISINYA TETAP PRIMA.
SEMUA ITU DILAKUKAN SELAMA 1 (SATU) BULAN, DAN SETELAH ITU BARU DIBERIKAN LAGI EF DENGAN CARA SEDIKIT DEMI SEDIKIT SAMPAI PADA POSISI MAKSIMAL SELAMA 1 (SATU) BULAN DAN SETELAH DIYAKINI SIAP LOMBA BARULAH BURUNG KESAYANGAN KITA DILOMBAKAN KEMBALI UNTUK MEREBUT SANG JUARA.
0 komentar

Tips Mencari Burung Kacer Berdada Putih

Burung Kacer yang berdada putih merupakan burung Kacer yang saat ini banyak sekali memenangkan perlobaan dibandingkan dengan Burung Kacer yang hitam (biasa disebut Burung Kacer Jawa), hal ini tentunya karena memang kacer dada putih lebih fighter dibandingkan kacer hitam sehingga kacer dada putih sering mendominasi diberbagai lapangan perlombaan.  Diberbagai lomba kicau burung, kelas burung kacer ini merupakan kelas yang banyak diminati sehingga tiketnya lebih dulu habis. Bahkan panitia lomba atau EO sebagai pihak telah paham betul dalam menggelar lomba- lomba kecil mulai dari tingkat latber pun sangat berani hingga membuka sampai dua kelas lomba, kalau even lombanya sedikit lebih besar berani hingga membuka sampai tiga kelas.
Informasi dari sejumlah Kicaumania mempunyai ilmu tersendiri untuk mengetahui cirri-ciri  fisik yang bisa dijadikan pedoman atau memilih apakah Burung KacerDada Putih tersebut memiliki potensi untuk mampu bertanding di ajang perlombaan. Berikut tips penting yang bisa dijadikan dasar untuk mencari burung kacer yang berani tanding dan bersuara hebat.
Burung Kacer yang Fighter dan menjadi juara biasanya mempunyai tanda-tanda atau cirri fisik antara lain :  bulunya hamper semuanya kelihatan kering, tampak mengkilat dan bersih, memiliki mata yang sangat melotot seperti mau keluar dari kelopak matanya. Jadi burung tersebut kelihatan garang sekali, lebih awas dalam melihat kesekitarnya, sehingga bila ada Burung Kacer dada putih dimana matanya kurang melotot atau kelihatan agak lembut/kalem biasanya burung tersebut kurang fighter.
Ciri fisik lainnya adalah memiliki paruh yang lurus, panjang belahannya bisa sampai kebelakang atau hamper ke bagian leher/tenggorokan atau yang hamper di bagian bawah mata. Bila burung tersebut berciri seperti itu biasanya akan mempunyai volume kicau yang hebat karena paruhnya bisa membuka hingga sangat lebar. Sedangkan untuk postur badan biasanya kecil dan memanjang serta bagian ekornya tidak membuka melainkan mengumpul.
 
;