Tampilkan postingan dengan label cendet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cendet. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Oktober 2011 0 komentar

Perawatan Burung Cendet Jawara


Diambil dari: Omkicau.com

Ini adalah sebuah cerita tentang perawatan cendet-cendet yang namanya biasa menghiasi tabloid-tabloid burung. Hanya saja perlu dicatat sebelumnya, bahwa perawatan burung adalah tidak sama di antara sesama pemilik burung cendet jawara. Ada kesamaannya, tetapi banyak pula perbedaannya. Oke, ikuti saja ya cerita dari Agrobis Burung ini.
Perawatan cendet jawara secara umum hampir sama: mandi sepuasnya pada pagi hari, jemur lumayan kuat, jangkrik pagi-sore plus kroto, serta ulat hongkong menjelang lomba. Saat ngurak, burung juga tidak dimandikan, tapi sangkar tetap dibersihkan. Satu hal yang penting; tautan hati antara sang jagoan dan si perawat juga sangat penting dan menentukan!
Tak pelak lagi, hingga kini cendet termasuk burung yang sangat bergengsi. Sejumlah jagoan ternama pun ikut mengangkat nama pemiliknya ke jenjang tertinggi. Bagaimana merawat sang jagoan, mulai di rumah, menyiapkan ke lomba, hingga saat mabung?
Sejumlah nama cendet sangat dikenal ketangguhannya di lapangan. Sebut saja Monster milik Agung Budiman yang sehari-hari dirawat oleh Mamat, Siluman milik Vincent Semarang yang dirawat oleh Yus, juga ada Premium milik WS Suprojo yang kini mukim di Banjarmasin tapi burung dirawat di Salatiga oleh Agus Nasa dan Tedi, serta Xtrime-nya Mr Jombang Jogja.
Siluman, setelah masa mabung yang cukup lama, sekitar 8 bulan, akhirnya menunjukkan tajinya dengan memenangi sejumlah even besar. Mulai dari Pragola Pati, Bupati Cup Pemalang (18/6) nyeri, Orapi Cup Salatiga (28/6) nyeri, Batik Cup Pekalongan (18/7) meraih juara 1 dan 2.
Akan halnya Premium dan Xtrime berbagi juara 1 dan 2 pada even yang juga tak kelah berat, yaitu Gubernur Cup Jawa Tengah di Solo (18/7).
Monster seusai mabung dicoba di dua even, yaitu Trah Ab-E Sleman dan Gilas Cup Jogja (11/7). Kini, kondisi Monster yang dirawat oleh Mamat benar-benar lagi mempeng-mempengnya, dan menunggu “meledak” di Piala Raja 2010 dan akan dilanjutkan di Achun Award 2010 (artikel ini ditulis sebelum Piala Raja. Nah, Anda bisa melihat apakah burung-burung yang namanya disebutkan di sini memang muncul sebagai jawara di Piala Raja atau tidak dengan melihat artikel “Hasil Lengkap Piala Raja”
Perawatan ngurak dan harian Siluman
Selama masa ngurak, Siluman tidak mandi, extra fooding jangkrik diberikan pagi dan sore masing-masing 5 ekor. Selama di rumah alias ketika tidak disiapkan untuk lomba, Siluman diberi jangkrik pagi dan sore juga 5 ekor.
Pemberian pagi hari dilakukan sebelum dijemur. Setelah dijemur selama kurang lebih 10 menit, kemudian dimandikan, selanjutnya diberikan kroto secukupnya, lantas dijemur lagi selama kurang lebih 3 jam. Sore hari sekitar jam 4 diberi lagi jangkrik 4 ekor.
Perawatan lomba Siluman
Hari Senin-Kamis perawatan biasa seperti. Rawatan hari Jumat ditambah ulat hongkong 5 ekor, Sabtu asupan jangkrik ditambah sampai 25 ekor atau melihat kondisi burung. Minggu di lapangan cendet harus mandi. Seusai mandi,
tambah ulat hongkong 10 ekor, jemur dan krodong sampai dengan satu sesi sebelum lomba dimulai.
Perawatan Xtrime Mr Jombang
Pagi hari dikeluarkan supaya kena matahari sebentar saja. Kemudian mandi pagi lantas diberi jangkrik 4 ekor dan sore 4 ekor. Menjelang lomba perawatan hampir sama, hanya diistirahatkan dengan full krodong. Hari Minggu di lapangan sebelum digantang burung harus mandi sampai puas. Extra fooding prinsipnya sama dengan harian, hanya pada hari Minggu ditambah ulat hongkong secukupnya.
Perawatan cendet Premium
Ngurak: full krodong, tetapi kandang tetap dibersihkan setiap hari. Seminggu sekali extra fooding ditambah porsinya dari menu harian biasa, setelah bulu berhenti jatuh dan mulai tumbuh, kandang dibersihkan 2 atau 3 hari sekali.
Harian: Setelah bulu mulai panjang perawatan rutin kembali seperti harian/ semula. Menu utama jangkrik pagi dan sore 5 ekor ditambah kroto, mandi tiap pagi.
Stelan Lomba: Amati birahi dan power dari burung. Bila mulai kelihatan, burung jawara bisa mulai dicoba mulai dari latber. Pantau kelebihan dan kekurangannya, kemudian dimodifikasi sambil jalan sampai ketemu stelan yang pakem dan sang jawara bisa nampil maksi.
Master full sepanjang hari
Di blok tengah khususnya Jogja, nama Monster sangat disegani. Saat ini, bisa dikatakan Monster menjadi salah satu yang terbaik, pada saat kerja maksimal. Setelah melalui masa mabung, Monster mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan bagi sang perawat dan pemilik, tapi sangat menakutkan bagi calon musuh-musuhnya.
Fisik Monster memang sangar. Paruhnya layaknya celurit, volumenya tembus, materi lagunya juga sangat lengkap dan dinyanyikan dengan sangat bagus. “Sekarang benar-benar lagi mempeng, seusai Gilas, sengaja kita istirahatkan, benar-benar disiapkan untuk Piala Raja. Ya, sebagai tuan rumah, tentu kita juga ingin memberikan perlawanan yang maksimal,” kata Agung Budiman.
Diperkirakan, Monster akan tetap pada top formnya sampai Achun Award pada 3 Oktober. “Kalau kondisi masih oke, tentu akan kita turunkan di sana, even yang sangat bergengsi tentu sayang kalau lewat.”
Dengan melihat kondisi burung yang benar-benar siap, Agung pun berharap juri PBI terpilih yang bekerja di Piala Raja benar-benar bisa bekerja dengan baik, kontrol maksimal, teliti dan adil, sehingga tidak mengecewakan para peserta.
Secara umum, perawatan Monster simpel dan tidak rumit. Sehari-hari menggunakan kandang harian kotak 45 x 45 sehingga cukup lega. “Kebetulan burung juga gampang, tidak banyak ulah. Saya kira ini karena kami sejak awal selalu merawat secara alami.”
Sebenarnya, burung benar-benar dirawat hanya pada pagi hari saja, mulai membersihkan kandang, memberi jangkrik, memandikan, hingga menjemur sampai dengan jam 11-an. Selama masa penjemuran yang normalnya selama sekitar 3 jam itu, kolak pakan dan minum dikosongkan. Jadi, selama itu memang burung-benar-benar dijemur, tak boleh makan minum.
Setelah diambil dari jemuran, burung kemudian diberi kroto secukupnyas lantas dibawa ke rumah dan full krodong. Sore, hanya diberi jangkrik lagi 5 ekor atau menyesuaikan, kemudian diistirahatkan.
Nah, selama dikerodong, Monster selalu ditempel master. Master utama Mamat tidak mau repot-repot, menggunakan sounic master. “Selalu hidup full 24 jam, tidak pernah saya matikan.” Namun, di luar sounic secara periodik memang ada burung lain, seperti lovebird dan baru-baru ini juga rambatan. Lovebird bahkan selalu dibawa ke lapangan dan ditempel terus di sebelah monster.
Menjelang lomba, “perawatan harian” justru dikurangi intensitasnya. Extrafooding ditambah dengan ulat hongkong dari hari Kamis. Mulai Jumat mandi dikurangi, jemur juga sebentar sarnpai jam 09.30-an saja, lebih banyak dikrodong dan istirahat.
Dari kandang harian, Monster dipindah ke sangkar lomba sejak Kamis. Di lapangan, burung dijauhkan dari burung-burung lain, terutama sesama cendet. Kini senjata Monster kian lengkap, selain lagu-lagu dari sounic, juga sudah memainkan lagu Rambatan yang “sekolah”-nya belum lama berselang.
Cerita soal Pardise
Paradise adalah salah seekor pentet debutan yang prestasinya stabil sejak kemunculannya awal 2010. Mengawali kiprahnya di lomba seputar Jabar, kemudian burung andalan Tio-GG Purwakarta ini terus menanjak prestasinya. Bahkan tidak hanya jago di seputar Jabar, kepiawaiannya sudah merambah keberbagai blok, di antaranya Sumatera dan blok Jimur.
Di seputar Jabar, double winner sering direbutnya. Minimal, posisi 3 besar ditempatinya. Terakhir, Paradise menduduki peringkat II di Gubernur Cup Bali (18/7). Sepekan kemudian, Paradise kembali diturunkan di even besar Bandung Fiesta (25/7), dan sukses merebut juara II di dua kelas yang berbeda. Dengan rentetan prestasi yang dikoleksinya, membuktkan bahwa Paradise bukan burung sembarangan.
Untuk ukuran di Jabar, yang penggemarnya tak sebanyak kelas anis merah, kenari atau muray batu, Paradise diakui sebagai salah satu pentet terbaik, yang konsisten di jalur juara.
Paradise berasal dari blok Tengah, yang merupakan habitat aslinya. Tio mengambil dari Ricky Donald Yogya, dalam kondisi mabung. Sebelumnya, Paradise sering nampil di blok Tengah dan rajin menembus papan atas. Meski begitu, karena diambilnya dalam kondisi mabung, perawatan jadi tidak mudah bagi Tio untuk menampilkan kembali Paradise ditangga juara. Apalagi berpindah tangan ke daerah yang iklimnya berbeda, tentunya memerlukan adaptasi yang tidak sebentar.
Dengan kondisi demikian, maka Tio pun menyeting pola perawatan yang baru, namun secara garis besar tidak melenceng dari perawatan sebelumnya. “Hanya menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Jabar, yang cenderung lebih dingin.”
Paradise mengawali perawatan kesehariannya pada jam 6.30 pagi, yang langsung dikasih jangkrik sebanyak tiga ekor. Kemudian, burung dijemur selama sejam. Selanjutnya, burung dimandikan. Setelah itu, burung kembali dijemur, namun kali ini lebih lama, yakni sampai jam 11 siang. “Sambil dijemur, burung diberi jangkrik lagi sebanyak 2 ekor,” tambahnya.
Setelah dijemur, sebelum dimasukkan ke dalam rumah, burung diangin-anginkan lebih dulu. Setelah itu, burung dikerodong full sampai sore. Sore harinya, burung hanya diberi jangkrik lagi sebanyak tiga ekor.
Menjelang lomba, burung mendapat perlakuan yang sama seperi perawatan harian. Hanya saja, di arena lomba burung sebelum tempur diberikan ulat hongkong sebanyak tiga ekor dan seekor jangkrik, di setiap sesinya.
Jangan digenjot ekstra fooding
Kali ini cerita Tores. Cendet ini baru lima kali turun gelanggang setelah mabung pertama. Umurnya masih muda belia tetapi Tores sudah mengantongi gelar juara. Turun pertama di Panjer bertengger di posisi I dan II, turun kedua di Kapolres Jembrana juara I dan II, turun ketiga di Panjer juara II dan III langsung ditransfer Agung Tato senilai Rp 20 juta.
Di tangan Agung Tato, Tores tidak kerja di latber Sanglah. Akhirnya dikembalikan kepada Anto, sang perawat awal. Di tangan Anto, Tores kembali moncer. Begitu juga turun di Bali Santhi, Tores kerja maksimal dan banyak penonton yang memfavoritkan sebagai kandidat juara, namun sayang juri memilih yang lain dan Tores tidak masuk nominasi, hanya masuk di sepuluh besar.
“Dalam kondisi yang masih muda belia, Tores memang tidak bisa digenjot,” papar Anto, perawat Tores.
Sedikit saja digenjot, cendet yang baru mabung perdana akan langsung over birahi. Jika sudah munting, maka cendet muda tersebut akan kesulitan untuk dikembalikan. Meski tidak diberikan ekstrafooding pun cendet tersebut akan tetap rusak. Cara mengembalikannya mesti menunggu mabung lagi. “Saat mabunglah waktu yang paling tepat untuk menset-up ulang perawatannya,” papar Anto.
Berbeda dengan burung yang sudah matang usia atau tua yang bisa dilakukan penggenjotan sebab biasanya cendet dewasa lebih kuat menahan ekstra fooding tetapi powernya kurang maksimal. Berbeda dengan burung muda, mesti sedikit hati-hati menakar ekstra fodingnya. Biasanya burung muda lebih berpower. Karena itu, jika cendet muda dan dewasa bertarung, umumnya yang muda lebih unggul soal power suara.
Burung muda, kata Anto, di rumah lebih baik digandeng dengan cendet yang lain. Hal ini untuk melatih mental tempurnya. Tetapi jika serumah ada cendet, maka mesti selalu dikerodong.
Meski digandeng, Tores misalnya, jarang berbunyi selama dikerodong walau di sekitarnya banyak suara burung. Cuma kalau dibuka sedikit, Tores langsung bunyi.
Tores yang baru ngurak pertama, hanya mengkonsumsi jangkrik harian 1×1 ditambah kroto sedikit saja. Mandi seminggu dua kali dan jemur sebentar saja, hanya sampai kering. Menjelang lomba mulai hari Kamis, Tores dimasukkan sangkar ukir atau lomba. Jangkrik cuma dinaikkan 3×3 plus kroto sedikit. Pernberian jangkrik dengan jalan disuapi. Karena sifat Tores kalau sudah masuk sangkar ukir, ia tidak mau makan di cepuk. Minggu pagi diberi 5 jangkrik langsung berangkat ke lapangan.
Gudang cendet
Partai neraka! Begitu cap yang selalu menempel di kelas cendet ini di kawasan Jatim dan Madura. Hingga kini blok timur masih diakui menjadi gudangnya cendet berkualitas. Khususnya Surabaya dan Madura. Banyak kicaumania ingin mencicipi kerasnya persaingan. Minimal mereka sekadar ingin memacu adrenalin bertarung di partai neraka.
Meski dibilang partai paling keras bukan berarti dominasi jawara selalu muncul dari kedua kota tadi. Malang, yang dikenal sebagai penghasil kenari terbesar dan bersuhu dingin juga sudah piawai mencetak cendet-cendet level nasional.
Ketika ditemui di Bugis Cup, tercatat ada tiga nama yang siap menghentak di pentas nasional. Yakni Sirag Sarek milik Rudi Cheko; Young Guns, Celeng milik Dion Goa Gong, dan Osama milik Ach Baidawi, Purwodadi.
Berdasarkan prestasi dan materi, ketiganya tak bisa dianggap enteng. Suara kasar, tancep, lengkingan volume sudah mereka kantongi. Bahkan baru-baru ini Sirag Sarek berhasil menukik ke posisi kedua di Piala Gubernur Jatim, Celeng berhasil mengantarkan Dion menjadi cendetmania baru berpotensi di Kalimantan, lewat Grand Opening BBC.
Ketiganya punya karateristik perawatan yang berbeda. Rudi misalnya melakukukan perawatan yang mewajibkan besutannya tampil setiap pekan. “Kalau turun dua pekan sekali daya fighternya mengendur, makanya sebelum turun ke Piala Raja, Sirag Sarek harus tetap tampil di lapangan,” jelasnya pasca merebut posisi puncak Cendet Executive di Bugis Cup.
Sedangkan Dion punya cara sendiri untuk menjaga fighter Celeng di lapangan. Dobel kerodong dengan ketebalan dan warna yang berbeda menjadi pilihan. “Kalau enggak menggunakan kerodong seperti ini, burung bisa tarung terus,” jelas pria berperawakan subur itu.
Selama ini, penggunaan dobel kerodong dapat mengkondisikan besutannya tetap stabil. “Kalau mengenai prestasi lapangan, semua tergantung itikad juri untuk fair play. Khusus pemain baru, usahakan jangan punya niat datang ke lomba harus menang. Biasakan untuk siap kalah, jadi meski burung kerja bagus tapi enggak juara masih bisa legowo,” bebernya sambil menceritakan pengalamannya turun di Bali.
Bagi Baidawi, stabilitas performa cendet tergantung dari pola perawatan. Meski punya materi bagus, kalau pola perawatan tidak sesuai maka sulit tampil stabil. “Stabilitas perawatan kunci keberhasilan menjaga performa cendet,” jelasnya.
Catatan Om Kicau: Berdasar artikel di Agrobis Burung ini, maka yang paling cocok dengan pendapat Om Kicau selama ini adalah kalimat terakhir yang dikatakan Achmad Baidawi. Apa? Yah, konsistensi adalah kunci utama sukses perawatan burung. Coba klik saja link itu.
Salam konsisten, salam dari Om Kicau.
Kamis, 22 September 2011 0 komentar

Tips Memilih Cendet Bakalan Yang Bagus Dan Cara Perawatannya


Burung cendet/ burung pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki kemampuan merekam suarasangat baik bahkan suara binatang pun bisa ia tirukan. Banyak Kicau mania yang menganggap perawatan burung jenis ini susah. Sebenarnya, merawat burung ini sama mudahnya dengan merawat burung berkicau jenis lain. Burung Cendet adalah burung cerdas dari keluarga Turdidae.

Karakter Dasar Burung Cendet

1.    Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
2.    Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3.    Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4.    Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

Memilih Bakalan Cendet Yang Berkualitas

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih bakalan cendet yang berkualitas, diantaranya :
1.  Berkelamin jantan, ciri-ciri burung cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.
2.  Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, besar dan pipih. Paruh bagian bawah cenderung lurus bagian atas tidak terlalu bengkok atau mbetet.. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata kalau bisa lubangnya lebar kalau dilihat dari samping tembus. Ini diyakini memiliki volume suara yang keras.
3.  Kepala besar dan papak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
4.  Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur panjang, badan dan ekor serta kaki yang serasi dan berdiri tegak.
5.  Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat.
6.  Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

Makanan Untuk Burung Cendet

1.  Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cendet. Voer harus selalu tersedia didalam cepuk dan selalu diganti yang baru kalau bisa setiap hari.
2.  EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Cendet  yaitu: Jangkrik,  Kroto, Ulat Hongkong, belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak dari pemberian EF tersebut.

Perawatan Harian Burung Cendet

Perawatan harian untuk burung cendet relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cendet:
1.    Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (mandi karamba atau semprot, tapi kebanyakan cendet mandi semprot walaupun ada juga sebagian kecil yang mandi keramba, itu tergantung pada kebiasaan masing-masing burung.
2.    Bersihkan kandang harian, ganti Voer dan Air Minum dengan yang baru.
3.    Berikan Jangkrik 5 ekor dan kroto 1 sendok. (untuk kroto bisa tiap hari atau 3x seminggu) disesuaikan dengan kondisi penampilan terbaik.
4.    Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 7.00-9.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5.    Setelah dijemur, angin-anginkan selama 10 menit, lalu dikerodong dan istirahatkan di tempat yang tenang.
6.    selama istirahat di siang hari bisa ditempel dengan burung master yang cocok.
7.    Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8.    Berikan lagi jangkrik 5 ekor.
9.    Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Catatan :    Ada sebagian mania cendet yang memandikan cendetnya di malam hari dengan alasan supaya kerja lebih tancep, ini sah-sah saja karena tujuan akhir dari perawatan burung adalah supaya bisa kerja secara maksimal apapun sistim perawatannya.
  
Mengatasi Cendet Over Birahi

1.    Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 ekor pagi dan 3 ekor sore.
2.    Pemberian kroto dihentikan sementara.
3.    Porsi mandi ditambah bila perlu mandi malam.
4.    Lama penjemuran dikurangi menjadi 1 jam/hari.
5.  Full krodong.


1.    Tingkatkan porsi pemberian jangkrik dari porsi biasanya.
2.    Tingkatkan porsi pemberian kroto dari porsi biasanya.
3.    Beri cicak 1 ekor tiap hari sampai kondisi kelihatan membaik.
4.    Porsi mandi dan jemur dikurangi dari biasanya.
5.    Full krodong dan bila perlu diasingkan ke tempat yang tenang dan tidak ada burung sejenis.

Perawatan Cendet Untuk Lomba

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memilikistamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cendet
:
1.    Mulai H-3 sebelum lomba, porsi jangkrik dan kroto bisa dinaikkan secara bertahap melihat kondisi burung.
2.    H-2 sebelum lomba, Porsi penjemuran dikurangi dan porsi istirahat (full krodong) ditambah dan usahakan cendet tidak bunyi, agar stamina burung tidak terbuang sia-sia karena sering bunyi dan penjemuran yang terlalu lama.
3.    Porsi mandi tetap seperti biasanya.
4.    1 Jam sebelum di gantang, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3 ekor, kroto secukupnya dan Ulat Hongkong 2 ekor porsi ini bisa ditambah atau dikurangi melihat kondisi burung. (saat di lapangan menjelang naik gantangan masing-masing burung memiliki perlakuan yang berbeda itu disesuaikan dengan kondisi dan karakter burung masing-masing tentunya perawatlah yang lebih tahu).
5.    Apabila burung akan diturunkan lagi di kelas berikutnya, berikan Jangkrik 2 ekor, kroto secukupnya dan ulat hongkong 2 ekor. (masing-masing burung memiliki perlakuan yang berbeda itu disesuaikan dengan kondisi dan karakter burung masing-masing tentunya perawatlah yang lebih tahu).

Dengan Cara Memaster Saat Mabung (Ngurak)

Irama lagu yang dimiliki burung memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung berkicau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu). Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam prosespemasteran burung berkicau. Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung dalam keadaan mabung atau ganti bulu. Burung dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran. Kebanyakan kicau mania memaster burung jagoannya pada saat mabung walaupun pada saat normal tetap ditempel dengan burung master.

Alasan memaster burung pada saat mabung adalah burung pada saat mabung cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau (istirahat total). Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan merekam suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung adalah ditempel dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master.

Kamis, 15 September 2011 2 komentar

PERAWATAN BURUNG PENTET CENDET

CENDET ATAU PENTET ADALAH JENIS BURUNG KICAUAN YANG SEDANG NAIK DAUN BELAKANGAN INI. PADA DASARNYA BURUNG INI ADALAH TERMASUK JENIS BURUNG BUAS

APABILA ANDA PUNYA WAKTU, MUNGKIN MEMELIHARA CENDET DARI KECIL JUGA BOLEH DICOBA. NAMUN APABILA ANDA SIBUK, MAKA SAYA SARANKAN COBA UNTUK PELIHARA YANG SETENGAH JADI, YANG SUDAH 1-2 KALI MABUNG. DENGAN KUALITAS YANG BAGUS, DIKOMBINASIKAN DENGAN MASTER DAN PERAWATAN YANG BAGUS, SAYA YAKIN AKAN TERCETAK CENDET-CENDET YANG BAGUS PULA. DARI PENGALAMAN SAYA SELAMA INI, SAYA SUDAH MEMELIHARA BEBERAPA CENDET YANG SAYA BELI DARI PASAR DAN BARU LEPAS TROTOL, ADA 1-2 YANG CUKUP BAGUS PULA. BANYAK JALAN KE ROMA', DEMIKIAN PULA DALAM MENCETAK CENDET BERKUALITAS, BANYAK JALAN PULA, YANG SAYA PIKIR CUKUP 'WORTH TO TRY'.
PADA DASARNYA PERAWATAN CENDET AMAT SANGAT BERGANTUNG KEPADA KAKARTER BAWAAN DARI PENTET ITU DAN JUGA KEBIASAAN PERAWATAN YANG SUDAH DILAKUKAN SEBELUMNYA. MAKA PERLU SEKALI DICARIKAN INFORMASI MENGENAI PERAWATAN PENTET SEBELUM BERADA DI TANGAN KITA. MEMANG HARUS DIAKUI ADA PENJUAL YANG SENGAJA TIDAK MAU MEMBERIKAN RESEP PERAWATAN MAKSIMUM KEPADA KITA, OLEH KARENA ITU HARUS DIKOMBINASIKAN DENGAN KEJELIAN KITA DALAM MENGAMATI KESEHARIAN DARI BURUNG TSB.
PERMASALAHAN YANG SERING TIMBUL DARAM PERAWATAN
1) PENTET YANG KURANG GACOR TAPI JINAK
MELIHAT PERAWATAN SAYA PIKIR SUDAH CUKUP 'PAKEM', DAN APABILA BELUM MAKSIMAL, MUNGKIN PERLU DILIHAT APAKAH BULU PADA KONDISI HAMPIR MABUNG ATAUKAH MASIH BARU. APABILA SUDAH TUA DAN HAMPIR MABUNG, MUNGKIN ITU ADALAH GEJALA MAU MABUNG. TETAPI SEANDAINYA BULU MASIH 'GRES', ADA BAIKNYA UNTUK MENCOBA MEMANDIKANNYA 2 HARI SEKALI, UNTUK MENAIKKAN BIRAHINYA. KEMUNGKINAN LAIN, ADALAH BISA DITEST DENGAN DIDEKATKAN PENTET LAIN, APAKAH MAU GACOR BERBUNYI. KARENA ADA JENIS PENTET YANG 'TEMPUR', BARU AKAN GACOR KALAU DIDEKATKAN DENGAN LAWAN. JADI KESEHARIANNYA TIDAK AKAN TERLALU BANYAK BERKICAU. UNTUK BURUNG SERAK, UNTUK RECOVERY BISA DITAMBAHKAN LARUTAN KAKI TIGA DI AIR MINUMNYA.
2) PENTET GIRAS
KALAU TERLALU GIRAS, JANGKRIK COBA DITURUNKAN PORSINYA, PEMBERIAN. ULAT HONGKONG JUGA COBA DITURUNKAN DULU PORSINYA. KROTO BERIKAN 1 SENDOK MAKAN. MEMANDIKAN SESERING MUNGKIN, KARENA BIASANYA AKAN MENURUNKAN KEGIRASAN BURUNG TSB. FAKTOR GIRAS, SELAIN KELEBIHAN EXTRA FOODING, BARANGKALI JUGA BISA DIKARENAKAN KARENA KONDISI BURUNG YANG STRESS. BARANGKALI BURUNG TAKUT TERHADAP TOPI, SEPEDA BERMOTOR, WARNA-WARNA TERTENTU. INI YANG HARUS BENAR2 DIAMATI. UNTUK MENGUJI APAKAH BURUNG TSB STRESS ATAU TIDAK, MUNGKIN BISA DITEST DENGAN JALAN MENGADUNYA DENGAN BURUNG SEJENIS. APABILA DIA MAU NORMAL BERBUNYI, BERARTI DIA TIDAK STRESS, TAPI APABILA TIDAK BERBUNYI, MUTER-MUTER, MUNGKIN ANDA PERLU CURIGA BAHWA BURUNG TSB DALAM KONDISI STRESS.
3) PENTET GALAK
USAHAKAN UNTUK LEBIH SERING MEMANDIKANNYA, MISALKAN PAGI DAN SORE SETIAP HARINYA, KEMUDIAN COBA KERODONG DIBUKA DULU, AGAR DIA TERBIASA DGN MANUSIA. USAHAKAN JUGA UNTUK MEMBERIKAN MAKANAN (JANGKRIK, ULAT HK DLL) MELALUI TANGAN KITA LANGSUNG. NAH UNTUK SEMENTARA KALAU MAU MENGAMBIL TEMPAT MAKAN ATAU MINUM, USAHAKAN DENGAN MEMBERIKAN JANGKRIK DULU KEPADA PENTET TSB, JADI SEMENTARA DIA MAKAN, KITA BISA LEBIH LELUASA MENGAMBIL TEMPAT AIR ATAU MINUMNYA, TANPA PERLU KUATIR DIHAJAR OLEH PENTET TSB.
PENTET GALAK/TAKUT, BIASANYA ADA 2 PENYEBAB,YAITU TRAUMA DAN BIRAHI.
SELAMA INI PENTET DIKENAL SEBAGAI BURUNG PEDENDAM,SAYA PUNYA YG KALAU LIHAT SAYA BUKANNYA KABUR MALAH GALAK...SAMPAI TAKUT SENDIRI LHO,TERLEBIH LAGI KALAU MAU NAMBAHAIN PAKANNYA,TANGAN SAMPAI DIPATOKIN. JADI HINDARILAH BERBUAT KASAR PADA PENTET SEPERTI MENCABUT BULU DLL.
4) PENTET SALTO
MENGENAI PENTET SALTO, ITU SUDAH HAL YANG BIASA MUNGKIN SUDAH KARAKTER DIA. TETAPI KALAU PENTET ANDA MEMPUNYAI VARIASI SUARA YG BANYAK ITU MERUPAKAN SUATU PENTET YG BAGUS MENURUT SAYA. SAYA PERNAH MENGALAMI HAL INI, DIWAKTU PENTET SAYA TDK DITREK DIA SERING SALTO DARI TANGKRINGAN BAWAH KEATAS. TETAPI WAKTU SAYA TREK DGN PENTET YG LAIN DIA KERJANYA BAGUS TIDAK SALTO (NAGEN).
UNTUK PERAWATANNYA YG TERPENTING PAGI MANDI TERUS DIJEMUR SETELAH DIJEMUR DIANGINKAN SEBENTAR LANGSUNG DIKERODONG DAN JUGA SORE SAMA LAKUKAN SPERTI ITU. JGN LUPA MALAM HARUS DIKERODONG.
UNTUK EXTRA FOODINGNYA JANGKRIK DIKASIH PAGI 3 SORE 3, KALAU DIKURANGI BISA MENURUN STAMINANYA DAN MALAS BERKICAU. MENURUT SAYA PENTET PEMAKAN SERANGGA RAKUS. YANG TERPENTING MANDI JEMUR ITU RUTIN.
 
;